Menurut JPMorgan Chase, pada 11 Mei bank tersebut menaikkan target dasar untuk indeks KOSPI Korea Selatan menjadi 9.000 poin dan target skenario bullish menjadi 10.000 poin, yang menyiratkan potensi kenaikan sebesar 33% dari penutupan Jumat sebelumnya. Langkah ini menandai kenaikan kedua dalam waktu kurang dari sebulan, dengan menyebut adanya perbaikan pada siklus semikonduktor, reformasi tata kelola perusahaan, serta pertumbuhan sektor industri.
Pada Senin, indeks KOSPI melonjak 5,1%, menyentuh rekor tertinggi intraday 7.876,60 poin, sehingga membawa kenaikan year-to-date menjadi sekitar 86%. Goldman Sachs juga menaikkan target KOSPI-nya menjadi 9.000 poin pada pekan lalu.