Seorang Hakim Negara menandatangani perintah penahanan yang melarang perusahaan menawarkan beberapa jenis kontrak pasar prediksi di negara bagian tersebut, seiring dengan meningkatnya pertarungan antara regulator negara bagian dan federal. Kalshi juga menghadapi tuduhan serupa di negara bagian lain, seperti Arizona.
Konflik antara regulator negara bagian dan federal mengenai platform pasar prediksi semakin memanas.
Kalshi, salah satu platform pasar prediksi terbesar di AS, harus sementara menghentikan operasinya di Nevada setelah seorang hakim mengeluarkan perintah yang secara eksplisit menargetkan kontrak olahraga, pemilihan, dan hiburan, memihak kepada Dewan Pengendalian Permainan Nevada (NGCB), yang menuduh perusahaan beroperasi tanpa izin di negara bagian tersebut.
Laporan menunjukkan bahwa Hakim Pengadilan Negara Bagian Jason D. Woodbury di Carson City mengeluarkan larangan sementara terhadap kegiatan Kalshi dan telah menjadwalkan sidang kasus ini pada 3 April.

Langkah ini diambil karena platform pasar prediksi menghadapi pengawasan yang meningkat dari regulator negara bagian, yang mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan ini secara efektif memfasilitasi operasi perjudian ilegal dengan kedok kontrak acara.
Baru-baru ini, Arizona juga mengajukan tuduhan terhadap Kalshi karena diduga melanggar undang-undang perjudian dan pemilihan negara bagian. Coinbase juga menghadapi tuduhan serupa di Nevada.
Namun, Kalshi dan platform lain mengklaim bahwa regulator negara bagian terlalu berlebihan dengan mencoba mengawasi platform ini, mengingat bahwa Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) memiliki yurisdiksi atas pasar derivatif komoditas di AS.
Pada bulan Februari, CFTC mengajukan brief amicus untuk menegaskan yurisdiksi eksklusifnya atas pasar kontrak acara dalam sebuah kasus yang juga melibatkan Dewan Pengendalian Permainan Nevada (NGCB).
Ketua CFTC Michael S. Selig menyatakan bahwa kontrak pasar prediksi adalah “derivatif komoditas dan secara tegas berada dalam lingkup pengaturan CFTC. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, CFTC memiliki keahlian dan tanggung jawab untuk membela yurisdiksi eksklusifnya atas derivatif komoditas, dan itulah yang akan kami lakukan.”
Konflik ini, sebagaimana adanya saat ini, mengancam operasi platform seperti Kalshi dan, jika tidak diselesaikan, akan menyebabkan pergeseran besar dalam cara platform ini mendapatkan lisensi di seluruh AS.