Menurut Bloter, Kiwoom Securities Korea Selatan baru-baru ini mengalami insiden operasional berturut-turut meskipun telah menerapkan kerangka manajemen risiko ICT pada tahun 2025. Perusahaan melaporkan kegagalan akses sistem perdagangan seluler (MTS) bulan lalu dan, yang lebih signifikan, keterlambatan pemrosesan setoran margin yang mengakibatkan likuidasi paksa pada beberapa akun nasabah. Kiwoom Securities menyatakan sedang memberikan kompensasi kepada nasabah yang terkena dampak.
Insiden-insiden ini menyoroti meningkatnya tekanan operasional seiring Kiwoom memperluas basis nasabah dan layanannya. Jumlah akun nasabah meningkat 1,3 juta menjadi 16,2 juta pada tahun 2025, sementara jumlah staf naik menjadi 1.197 dari 994 pada tahun 2024. Perusahaan mulai menerbitkan instrumen keuangan jangka pendek pada November 2025, memperluas ketergantungannya pada stabilitas platform digital.