Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan serta Departemen Perdagangan AS secara resmi membuka Korea-U.S. Shipbuilding Cooperation Center (KUSPC) di Washington D.C. pada 23 Mei (waktu setempat), dengan menandatangani 15 nota kesepahaman (MOUs) di empat bidang kerja sama. Acara tersebut meresmikan platform bilateral untuk proyek kerja sama pembangunan kapal MASGA senilai 150 miliar dolar AS. Acara ini menyusul penandatanganan MOU Korea-U.S. Shipbuilding Cooperation Partnership Initiative pada Mei, serta membentuk hub khusus untuk kolaborasi rantai pasokan, pengembangan tenaga kerja, dan penelitian teknologi bersama di antara industri galangan kapal kedua negara.
Tiga Raksasa Pembangun Kapal Korea Bentuk Team Korea dengan Enam Organisasi
HD Hyundai Heavy Industries, Hanwha Ocean, dan Samsung Heavy Industries bergabung dengan tiga organisasi industri—Korea Shipbuilding and Offshore Engineering Association, Korea Research Institute of Ships and Ocean Engineering (KRISO), dan KUSPC—untuk membentuk Team Korea. Menurut Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi pada 24, keenam entitas akan memberikan dukungan komprehensif mulai dari modernisasi galangan kapal AS hingga pengembangan ekosistem peralatan serta penelitian bersama untuk teknologi pembangunan kapal masa depan. Upacara pembukaan dihadiri 130 peserta, termasuk Menteri Kim Jung-kwan dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, dengan kehadiran para eksekutif dari HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering, Samsung Heavy Industries, Hanwha Ocean, HJ Heavy Industries, dan HMM.
HD Hyundai Heavy dan Samsung Heavy Teken MOU Rantai Pasokan dan Pelatihan
HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering menandatangani MOU dengan Siemens yang berbasis di AS untuk membangun solusi digital desain dan produksi generasi berikutnya bagi kerja sama rantai pasokan dan MRO (maintenance, repair, and operations). Samsung Heavy Industries menyepakati kerja sama dengan Vigor Marine Group untuk membentuk pusat pelatihan tenaga kerja yang dilengkapi sistem pendidikan pengelasan berbasis VR (virtual reality) dan AR (augmented reality). HD Hyundai Samho menandatangani kontrak resmi dengan Washington United Terminals (WUT), operator Pelabuhan Tacoma, untuk memasok empat derek pelabuhan mutakhir sekaligus menandai langkah masuk ke sektor modernisasi pelabuhan AS.
Menteri Kim Berkomitmen Mempercepat Investasi 150 Miliar Dolar AS
Menteri Kim Jung-kwan menyatakan, "KUSPC adalah platform global yang belum pernah ada sebelumnya untuk kerja sama pembangunan kapal, sekaligus menjadi simbol komitmen kuat Korea untuk membantu membangun kembali industri pembangunan kapal AS. Kami akan dengan cepat mengakselerasi investasi kerja sama pembangunan kapal senilai 150 miliar dolar AS." Kementerian mengumumkan program R&D bersama selama lima tahun senilai 120 miliar won (sekitar 80 juta dolar AS), dengan perusahaan dan institusi Korea serta AS yang secara bersama-sama menjalankan delapan proyek inti, termasuk navigasi otonom berbasis AI secara fisik.
KUSPC Terima Anggaran 199,32 Miliar Won hingga 2028
KUSPC, yang berada di bawah Washington D.C. Trade Association, akan menerima total pendanaan proyek sebesar 199,32 miliar won hingga 2028. Pusat ini akan menangani konsultasi di lokasi untuk galangan kapal AS serta pelatihan tenaga kerja profesional, sekaligus memberikan dukungan langsung bagi pembuat kapal Korea yang memasuki pasar Amerika.
FAQ
Apa yang ditandatangani Korea dan AS pada pembukaan KUSPC pada 23 Mei?
Dua pemerintah menandatangani 15 nota kesepahaman yang mencakup empat bidang kerja sama: pembentukan Team Korea, kolaborasi rantai pasokan, pengembangan tenaga kerja, dan pengembangan teknologi bersama. HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering menandatangani kerja sama dengan Siemens untuk solusi digital, Samsung Heavy Industries menandatangani kesepakatan dengan Vigor Marine Group untuk pusat pelatihan VR/AR, dan HD Hyundai Samho menandatangani kontrak dengan Washington United Terminals untuk memasok empat derek pelabuhan.
Berapa pendanaan yang akan diterima KUSPC hingga 2028?
KUSPC akan menerima total pendanaan proyek sebesar 199,32 miliar won hingga 2028. Selain itu, Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea mengumumkan program R&D bersama selama lima tahun senilai 120 miliar won (sekitar 80 juta dolar AS) untuk delapan proyek teknologi inti, termasuk sistem navigasi otonom berbasis AI secara fisik.