Menurut Jin10 Futures, kontrak berjangka minyak sawit mentah Malaysia di bursa Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan dibuka lebih tinggi pada Selasa (9 Juni), didukung oleh ekspektasi produksi Mei yang menurun dan kenaikan minyak mentah internasional. Kenaikan juga pada kontrak berjangka minyak kedelai Chicago ikut memberikan tekanan ke atas.
Risiko iklim, termasuk kemungkinan kondisi El Niño pada paruh kedua 2026, dapat semakin membatasi produksi minyak sawit Asia Tenggara. Namun, ketidakpastian terkait kebijakan biofuel B50 Indonesia dapat membebani harga, karena penjualan minyak sawit dapat dipercepat sebelum sistem ekspor baru negara tersebut sepenuhnya diterapkan.