Menurut Jin10, futures minyak kelapa sawit mentah Malaysia diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada Jumat (5 Juni) pagi, mengikuti penurunan 3% pada Brent crude semalam. Aksi jual tersebut menyusul perkembangan geopolitik setelah Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata, sehingga mendorong investor untuk berspekulasi pada kemungkinan perundingan damai antara AS dan Iran serta potensi pemulihan pengiriman normal melalui Selat Hormuz.
Namun, meningkatnya permintaan biodiesel berbasis minyak kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia, ditambah dengan potensi ancaman cuaca El Nino terhadap produksi minyak kelapa sawit Asia Tenggara, dapat memberikan dukungan harga yang mendasari.