Menurut Korea Exchange, Meritz Leveraged Agricultural ETN naik 9,1% hingga 10 Juli, secara signifikan mengungguli indeks ekuitas acuan Korea Selatan yang turun 11,8% pada periode yang sama. ETN komoditas individual yang melacak gandum, jagung, dan kedelai juga menguat 5,9% hingga 8,8%.
Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi super El Niño, karena Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS memproyeksikan peluang 63% bahwa fenomena itu akan menguat pada bulan November, dengan suhu permukaan laut naik 2 derajat Celsius di atas normal. Namun, analis memperingatkan bahwa dampak El Niño berbeda-beda menurut wilayah dan komoditas: meningkatnya curah hujan di wilayah produsen gandum utama di AS, Brasil, dan Argentina dapat membatasi potensi kenaikan untuk komoditas seperti gandum dan jagung. Komoditas lunak seperti kakao, kopi, dan gula mentah menghadapi risiko pasokan yang lebih besar, karena El Niño biasanya menurunkan curah hujan di Indonesia, Vietnam, dan India. Prakiraan pasokan kakao global untuk 2026-2027 menyusut dari 267.000 ton menjadi 149.000 ton, yang mengindikasikan volatilitas harga yang lebih tinggi untuk komoditas lunak dibandingkan gandum.