Meta telah menandatangani kesepakatan energi dengan Overview Energy dan Noon Energy untuk mengamankan kapasitas listrik bagi pusat data kecerdasan buatan (AI) miliknya, menurut The Economic Times. Perusahaan tersebut memesan hingga 1 gigawatt kapasitas tenaga surya ruang dari Overview Energy dan hingga 1 gigawatt plus 100 gigawatt-hours penyimpanan berdurasi panjang dari Noon Energy, dengan kedua teknologi tersebut digambarkan sebagai masih tahap awal.
Gambaran Teknologi dan Rincian Kemitraan
Overview Energy berencana mengumpulkan tenaga surya di orbit dan menyalurkannya ke Bumi sebagai cahaya inframerah dekat berintensitas rendah ke lokasi pembangkit surya di darat yang sudah ada, menargetkan keluaran daya 24 jam tanpa memerlukan lahan baru. Noon Energy mengembangkan sistem penyimpanan yang mampu menyimpan energi selama lebih dari 100 jam menggunakan teknologi sel bahan bakar padat-oksida (solid-oxide) yang dapat dibalik (reversible), yang menyimpan energi dengan mengubah karbon dioksida menjadi karbon padat.
Pendekatan penyimpanan Noon Energy menargetkan sekitar $20 per kilowatt-jam dari kapasitas penyimpanan dan menggunakan sekitar 1% dari elemen-elemen kritis yang dibutuhkan dalam baterai lithium-ion, berpotensi mengurangi risiko rantai pasok. Teknologi perusahaan bergantung pada elemen-elemen umum seperti karbon dan oksigen.
Timeline dan Tonggak Proyek
Kemitraan Meta dengan Noon Energy mencakup proyek percontohan yang ditargetkan selesai pada 2028. Pengiriman komersial tenaga dari Overview Energy tidak diharapkan baru terjadi hingga 2030, mencerminkan sifat tahap awal dari kedua teknologi tersebut.
Konteks: Permintaan Daya AI dan Strategi Energi
Pusat data AI mendorong meningkatnya permintaan listrik di seluruh industri teknologi. Salah satu perkiraan yang dikutip dalam sumber tersebut menunjukkan bahwa penggunaan energi pusat data perusahaan teknologi besar bisa berlipat dua atau tiga kali pada 2028. Dengan mengamankan proyek energi tahap awal, perusahaan teknologi dapat menyiapkan sumber daya listrik yang didedikasikan, mengurangi ketergantungan pada jaringan dan menghindari penundaan akibat antrean interkoneksi yang lambat.
Kemitraan energi ini sejalan dengan pendekatan Meta yang lebih luas dalam mitigasi risiko infrastruktur. Perusahaan tersebut sebelumnya telah bergerak untuk mengamankan kapasitas nuklir dan kini mendiversifikasi sumber energi melalui beberapa opsi inovatif untuk mendukung operasi AI yang terus berkembang.