
Wakil Presiden Laboratorium Super AI Meta, Steven Castriel, pada 2 Juni mengumumkan melalui memo internal bahwa Meta sedang mencabut sebagian rencana pelacakan pergerakan mouse karyawan dan input keyboard; kini karyawan dapat menjeda pelacakan perangkat lunak hingga maksimal 30 menit sekaligus, serta dapat mengajukan permohonan untuk pengecualian penuh. Program ini awalnya dimulai pada 22 April dengan memasang perangkat lunak di laptop karyawan di AS, untuk melatih sistem agen AI.
Rencana Pemantauan Awal: Mulai 22 April, Tanpa Opsi Tidak Ikut
Meta pada 22 April memasang perangkat lunak pemantauan ke laptop karyawan di AS yang dapat melacak pergerakan mouse, klik, dan penekanan tombol. Saat program diluncurkan, karyawan tidak memiliki opsi untuk keluar; beberapa karyawan menggambarkannya sebagai “membesarkan penerus sendiri”, serta menyatakan kekhawatiran tentang privasi data pribadi.
Seorang juru bicara Meta menyatakan terkait tujuan program: “Jika kami membangun agen untuk membantu orang menggunakan komputer untuk tugas sehari-hari, maka model kami perlu orang benar-benar menggunakannya dalam contoh nyata.”
Aksi Perlawanan Karyawan: Selebaran, Petisi, dan Campur Tangan Serikat UTAW
Aksi perlawanan karyawan dilakukan melalui beberapa jalur. Selebaran muncul di ruang rapat di beberapa kantor di AS, di mesin penjual otomatis, dan di kamar mandi, mengarahkan karyawan untuk mengakses petisi online yang menentang program tersebut. Selebaran dan petisi sama-sama mengutip Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional (National Labor Relations Act), yang menyatakan bahwa pekerja dilindungi secara hukum ketika mengorganisasi untuk memperbaiki kondisi kerja. Berdasarkan laporan The New York Times, ratusan karyawan juga menyampaikan penolakan melalui kanal internal Meta.
Di sisi Inggris, karyawan Meta mulai bekerja sama dengan Serikat Pekerja Komunikasi (CBU) melalui United Technology and Allied Workers Union (UTAW) untuk mendorong aksi pengorganisasian. Penyelenggara UTAW, Eleanor Payne, secara terbuka mengatakan bahwa karyawan menghadapi “pemutusan kerja yang menghancurkan, pemantauan yang ketat, serta dipaksa melatih sistem tidak efisien yang akan menggantikan mereka.”
Tiga Penyesuaian yang Diumumkan Meta: Mekanisme Jeda, Pengajuan Pengecualian, dan Optimalisasi Perangkat Lunak
Steven Castriel dalam memo internal pada hari Selasa mengonfirmasi penyesuaian berikut:
Mekanisme jeda: karyawan dapat menjeda perangkat lunak pelacakan hingga maksimal 30 menit sekaligus
Pengajuan pengecualian: karyawan dapat mengajukan permohonan untuk dikecualikan sepenuhnya dari program tersebut
Optimalisasi perangkat lunak: telah dilakukan optimalisasi teknis untuk mengatasi masalah pemendekan daya tahan baterai dan peningkatan penggunaan lalu lintas internet rumah yang disampaikan karyawan
Castriel dalam memo tersebut menyatakan: “Kami juga mendengar kekhawatiran Anda mengenai data pribadi di perangkat kerja, daya tahan baterai, dan keinginan untuk mengendalikan waktu pengumpulan data dengan lebih baik.” Meta belum mengumumkan pembatalan penuh program tersebut; perangkat lunak pemantauan tetap terus dideploy.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa Meta melacak pergerakan mouse karyawan dan input keyboard?
Berdasarkan pernyataan resmi Meta, data perilaku semacam ini digunakan untuk melatih sistem agen AI, agar dapat meniru cara pengguna sebenarnya menjalankan tugas sehari-hari di komputer; membantu agen AI mempelajari bagaimana menyelesaikan tugas kerja berbasis komputer secara mandiri.
Hasil konkret apa yang dicapai dari aksi perlawanan karyawan, dan apakah program dibatalkan sepenuhnya?
Perlawanan karyawan mendorong Meta mengumumkan tiga penyesuaian: mengizinkan jeda pelacakan 30 menit setiap kali, mengizinkan permohonan pengecualian penuh, serta mengoptimalkan perangkat lunak untuk mengurangi konsumsi baterai dan lalu lintas jaringan. Program ini tidak dibatalkan sepenuhnya; perangkat lunak pemantauan masih terus dideploy di laptop karyawan di AS.
Apa perbedaan aksi pengorganisasian serikat karyawan Meta di Inggris dibandingkan dengan karyawan di AS?
Karyawan Inggris melakukan aksi pengorganisasian serikat secara resmi melalui UTAW (United Technology and Allied Workers Union), sementara perlawanan karyawan AS terutama mengambil bentuk selebaran, petisi, dan penolakan melalui kanal internal, serta mengutip National Labor Relations Act untuk melindungi hak pekerja dalam berorganisasi. Gabungan aksi perlawanan di kedua tempat pada akhirnya mendorong penyesuaian kebijakan Meta.