Menurut The Motley Fool, saham Micron Technology anjlok 20% dari puncaknya meski pertumbuhan bisnis yang digerakkan AI tetap kuat, sehingga analis mengingatkan investor agar tidak terburu-buru mengambil posisi sebelum laporan laba perusahaan pada 24 Juni. Pada kuartal kedua fiskal yang berakhir Februari 2026, Micron membukukan pendapatan $23,8 miliar, melonjak 196% year-over-year berkat permintaan yang kuat untuk memori berkapasitas tinggi (HBM) yang digunakan dalam akselerator AI.
Wall Street memperkirakan pendapatan kuartal ketiga Micron mencapai $33,5 miliar, naik 260% year-over-year, dengan proyeksi laba per saham sebesar $18,90, yang merepresentasikan kenaikan tahunan 1.025%. Namun, analis menyoroti dua risiko besar: harga memori bisa kembali normal seiring ekspansi pasokan global, sehingga menekan profitabilitas di masa depan; dan permintaan perangkat keras AI mungkin mendekati level puncak, yang terlihat dari kekeliruan panduan semikonduktor AI terbaru Broadcom serta kekhawatiran biaya yang meningkat dari pengguna perusahaan besar termasuk Google dan Uber.