Franklin Templeton dan Moonpay telah menjalin kemitraan strategis yang menghubungkan platform Benji Technology milik pengelola aset senilai 1,74 triliun dolar AS dengan infrastruktur institusional Moonpay Trade, sehingga memberi institusi yang memenuhi syarat jalur onchain langsung antara paparan stablecoin dan reksa dana pasar uang tokenized.
- Poin Penting:
-
- Franklin Templeton dan Moonpay meluncurkan integrasi yang menghubungkan token BENJI ke infrastruktur eksekusi onchain institusional milik Moonpay Trade.
-
- Institusi yang memenuhi syarat kini dapat menukar antara stablecoin dan dana tokenized Franklin Templeton, mendukung alur kerja treasury dan jaminan.
-
- Kesepakatan ini memperluas ekspansi onchain Franklin Templeton untuk tahun 2026, menyusul akuisisi berbasis BENJI miliknya terhadap 250 Digital pada bulan April.
Apa yang Dilakukan Integrasi Ini
Kesepakatan tersebut menghubungkan sistem pencatatan milik Franklin Templeton yang memungkinkan blockchain dengan jaringan kuotasi, routing, dan eksekusi milik Moonpay Trade. Pengguna institusional yang memenuhi syarat kini dapat berpindah antara stablecoin yang didukung dan paket reksa dana pasar uang tokenized milik Franklin Templeton tanpa keluar dari lingkungan onchain.
Bagi institusi yang sudah memegang token BENJI, integrasi ini menciptakan jalur keluar tambahan kembali ke likuiditas stablecoin, yang menurut Franklin Templeton mendukung pengelolaan treasury, penyeimbangan ulang portofolio, serta alur kerja yang berdekatan dengan jaminan.
Kemitraan ini juga menandai salah satu langkah awal Moonpay melampaui kripto, fiat, dan stablecoin menuju infrastruktur aset dunia nyata yang tokenized.
Apa yang Dibawa Masing-masing Pihak
Franklin Templeton menghadirkan rekam jejak yang hanya sedikit manajer aset yang bisa menandinginya dalam keuangan tokenized. Perusahaan menggunakan platform Benji untuk mendaftarkan reksa dana mutual AS pertama di dunia yang memproses transaksi melalui blockchain, meluncurkan UCITS tokenized pertama yang sepenuhnya di Luksemburg pada 2024, dan meluncurkan dana tokenized ritel pertama di Singapura pada 2025.
Pada April 2026, Franklin Templeton menggabungkan token BENJI sebagai pembayaran dalam akuisisi terencana terhadap 250 Digital, sebuah contoh awal aktivitas merger dan akuisisi yang dilakukan secara onchain.
Moonpay memberikan jejak kepatuhan yang mencakup New York BitLicense, New York Limited Purpose Trust Charter, izin money transmitter di seluruh AS, serta otorisasi MiCA di UE, beserta kemampuan kustodi, routing order onchain, dan settlement stablecoin.
Apa yang Dikatakan Para Eksekutif
Sandy Kaul, Kepala Inovasi dan Aset Digital di Franklin Templeton, memandang kemitraan ini sebagai langkah yang diperlukan agar produk tokenized dapat benar-benar berguna secara fungsional, bukan sekadar sesuatu yang baru.
“Reksa dana pasar uang tokenized hanya menjadi semakin berguna ketika dapat bergerak dengan kecepatan dan kemampuan pemrograman dari ekosistem aset digital yang lebih luas,” kata Kaul. “Bergabung dengan Moonpay menciptakan gerbang tepercaya lain bagi institusi untuk berpindah antara likuiditas stablecoin dan eksposur dana tokenized.”
Caroline D. Pham, CEO Moonpay Institutional, menyoroti akses sebagai isu utama. Pham mengatakan:
“Aset digital seperti reksa dana pasar uang tokenized memberikan manfaat seperti likuiditas yang lebih baik dan efisiensi modal, tetapi hanya jika institusi memiliki akses ke ekosistem keuangan onchain.”
Gambaran Besar
Kedua perusahaan menggambarkan integrasi saat ini sebagai fondasi untuk hubungan yang lebih luas. Franklin Templeton beroperasi di lebih dari 35 negara dan mengelola aset senilai 1,74 triliun dolar AS dalam aset kelolaan per 30 April 2026. Moonpay melayani lebih dari 30 juta pelanggan di 180 negara dan mendukung lebih dari 500 klien perusahaan.
Kemitraan ini menandakan momentum yang berkelanjutan dalam aset dunia nyata yang tokenized, seiring meningkatnya permintaan institusional terhadap alat likuiditas onchain di tengah pergeseran yang lebih luas menuju pembiayaan digital yang teregulasi.