Bank Sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga acuan menjadi 2,50% sebesar 25 basis poin pada 8 Juli.

Menurut RBNZ, pada 8 Juli, bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga kas resmi (OCR) menjadi 2,50%, kenaikan 25 basis poin yang disetujui secara bulat. Keputusan ini mengatasi tekanan inflasi yang berasal dari perang Iran dan guncangan harga minyak terkait. RBNZ mencatat bahwa meskipun harga minyak internasional telah menurun sejak Selat Hormuz dibuka kembali sebagian, dampak guncangan akan terus berlanjut, dan tekanan inflasi jangka menengah masih tidak pasti. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali pulih pada kuartal ketiga setelah melambat di kuartal kedua akibat guncangan minyak. Ini mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target titik tengah 2%.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar