Menurut MarketWatch, profesor Universitas New York, Vasant Dhar, memperingatkan pada Senin (27 Juli) bahwa ketergantungan luas pada model AI yang sama untuk keputusan investasi dapat memicu perilaku kawanan (herding) dan memperbesar volatilitas pasar keuangan. Dhar mencatat bahwa ketika populasi investor besar mengikuti sinyal AI yang identik, kesalahan pada satu model dapat memicu pembelian atau penjualan yang terkoordinasi, sehingga kekeliruan yang awalnya bersifat lokal menyebar cepat ke seluruh sistem keuangan.
Dhar menjadikan Damodaran Bot (DBOT) miliknya sebagai contoh. Model tersebut menilai SpaceX senilai sekitar 600 miliar dolar AS menggunakan metodologi arus kas bebas (free cash flow), dibandingkan perkiraan sekitar 1,2 triliun dolar AS dari penilaian profesor Aswath Damodaran serta 1,77 triliun dolar AS pada saat penawaran umum perdana (IPO) perusahaan. Perbedaan ini menunjukkan bagaimana model AI dapat menghasilkan kesimpulan yang jauh berbeda dibanding analis manusia—terutama dengan mempertanyakan asumsi pertumbuhan, khususnya terkait divisi AI SpaceX yang padat modal.