Menurut Stocktwits, saham Oracle turun 6,5% ke level terendah dalam 14 bulan pada Senin (14 Juli), memperpanjang penurunan sebesar 47% sejak awal Juni. Penurunan saham tersebut memicu komentar dari trader ritel, dengan salah satunya mencatat bahwa pasar kini sedang menilai ulang kontrak komputasi awan OpenAI senilai 300 miliar dolar AS sebagai risiko, bukan peluang.
Oracle tengah menghadapi tuntutan belanja modal yang besar, merencanakan belanja sebesar 95 miliar dolar AS untuk tahun fiskal 2027 dan membutuhkan pendanaan utang serta ekuitas sebesar 40 miliar dolar AS. Investor ritel menyatakan kekhawatiran apakah kemampuan perusahaan untuk mengubah backlog senilai 638 miliar dolar AS menjadi pendapatan sambil mendanai ekspansi infrastruktur AI yang sangat besar masih belum pasti.