Sejak diperkenalkan, Pi Network telah mendapatkan jutaan pengguna melalui sistem penambangan mobile-nya. Platform ini memungkinkan orang untuk menambang Pi Coin di ponsel mereka tanpa peralatan mahal. Namun, imbalan penambangan sangat jauh dari visi jangka panjang proyek ini. Pengembang saat ini sedang berusaha mengubah jaringan menjadi platform perdagangan Web3 yang operasional.
Partisipasi komunitas juga merupakan salah satu kekuatan pendorong proyek ini. Basis pengguna yang berkembang ini menawarkan dasar yang kokoh untuk ekosistem berbasis perdagangan. Pi Network Membangun Momentum sebelum Hari Pi. Komunitas semakin tertarik dengan Pi Network menjelang Hari Pi yang jatuh pada 14 Maret. Tanggal ini adalah tonggak penting proyek dan biasanya disertai dengan pembaruan di ekosistem dan pengumuman baru. Sebelum acara tersebut, jaringan memperkenalkan migrasi mainnet kedua pada 8 Maret 2026. Langkah ini akan memungkinkan lebih banyak pengguna untuk mentransfer Pi yang mereka tambang ke lingkungan blockchain yang aktif. Secara bersamaan, versi protokol berikutnya 20.2 diharapkan hadir dengan peningkatan kinerja dan fungsi ekosistem.
Ada juga peningkatan antisipasi dari segi aktivitas pasar. Dalam beberapa waktu terakhir, Pi Coin mencatat kenaikan harga sebesar 7%, yang mendekatkan token ini ke nilai 0,21. Kenaikan ini mendorong para trader dan pendukung untuk mengambil posisi awal sebelum pengumuman yang mungkin akan datang. Ada spekulasi di kalangan komunitas bahwa listing di bursa lain mungkin akan muncul di masa depan.
Platform seperti Kraken sering dibahas, tetapi belum ada konfirmasi resmi yang diterbitkan. Meskipun menarik, analis mengamati bahwa volatilitas adalah salah satu risiko utama. Menurut proyeksi jangka pendek, harga Pi dapat berfluktuasi dalam kisaran $0,165 hingga $0,165 tergantung suasana hati para pemegang saham. Implikasi regulasi juga merupakan faktor penting bagi proyek blockchain apa pun yang berusaha memperluas bisnis global. Namun demikian, gambaran besar Pi Network terus menarik perhatian.