PUNKVISM menandatangani nota kesepahaman (MOU) strategis dengan ChainArt untuk mengembangkan layanan tiket berbasis NFT bagi hiburan langsung. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke sektor hiburan langsung serta membangun ekosistem Web3 yang lebih luas untuk konser dan acara di Korea Selatan maupun pasar internasional. Kemitraan ini berupaya mengurangi pemalsuan tiket, meningkatkan transparansi transaksi, dan memperkenalkan kerangka distribusi yang lebih aman serta efisien untuk industri acara global dengan memanfaatkan blockchain untuk penerbitan, distribusi, dan proses verifikasi tiket.
Dalam kolaborasi tersebut, PUNKVISM dan ChainArt berencana bekerja sama untuk penjualan tiket NFT dan pengembangan infrastruktur digital yang dirancang untuk mendukung generasi berikutnya pengalaman hiburan langsung. Inisiatif ini menggunakan teknologi blockchain untuk mengelola proses penerbitan, distribusi, dan verifikasi tiket. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan solusi tiket berbasis NFT yang memanfaatkan blockchain untuk meningkatkan transparansi, mencegah pemalsuan, dan memodernisasi distribusi tiket di seluruh sektor hiburan langsung.
PUNKVISM telah memantapkan dirinya sebagai proyek blockchain global yang berpusat pada ekosistem NFT dan Web3 yang digerakkan oleh komunitas. Melalui proyek seperti PunkyKongz, perusahaan telah membangun komunitas internasional sambil memperluas keterlibatannya dalam inisiatif aset digital. Organisasi ini memosisikan dirinya sebagai peserta aktif dalam lanskap Web3 yang lebih luas, mendorong adopsi blockchain melalui keterlibatan komunitas dan pengembangan teknologi.
ChainArt mengoperasikan TicketBell, sebuah platform tiket NFT yang dikembangkan untuk konser, pameran, dan berbagai acara. Platform ini menerbitkan tiket sebagai token non-fungible dan mencatat kepemilikan serta riwayat transaksi di blockchain. Struktur ini dirancang untuk mengatasi masalah yang sudah lama ada dalam sistem tiket tradisional, termasuk praktik penjualan tiket untuk keuntungan (ticket scalping), penjualan palsu (counterfeit), dan terbatasnya transparansi pada saluran distribusi tiket. Platform TicketBell ChainArt mencatat kepemilikan tiket dan riwayat transaksi di blockchain, sehingga menciptakan lingkungan tiket yang lebih aman dan dapat dilacak bagi penyelenggara maupun penonton.
Perusahaan ini telah menunjukkan penerapan praktis tiket NFT melalui beberapa inisiatif percontohan. Di sektor pariwisata dan rekreasi, ChainArt berkolaborasi dengan bisnis perhotelan dan yang terkait metaverse untuk membuat produk tiket akomodasi berbasis NFT. Perusahaan ini juga menerapkan solusi tiket NFT untuk sebuah pameran Van Gogh, yang menampilkan potensi teknologi tersebut dalam industri budaya dan seni.
Hyunki Hwang, pendiri PUNKVISM dan chief executive officer, dilaporkan menekankan bahwa teknologi Web3 merupakan lapisan infrastruktur penting yang mampu mengubah industri konten. Ia menyatakan bahwa tiket NFT dapat berkembang melampaui perannya yang tradisional sebagai alat masuk acara dan menjadi platform budaya yang lebih luas yang menghubungkan keterlibatan penggemar dengan kepemilikan aset digital serta pengalaman interaktif. Hwang juga menjelaskan bahwa kolaborasi dengan ChainArt dan platform TicketBell-nya akan membantu menghubungkan komunitas Web3 global dengan sektor hiburan langsung dan konten.
Chief Executive Officer ChainArt Lee Han-jun dilaporkan menyatakan bahwa penonton dan seniman memberikan mayoritas besar nilai bagi pertunjukan budaya. Ia menyarankan agar platform digital memainkan peran utama dalam memastikan para peserta ini memperoleh manfaat yang adil dan seimbang dari ekosistem. Lee juga menyoroti peran teknologi blockchain dalam mendukung transaksi yang transparan dan aman.
Apa yang disepakati PUNKVISM dan ChainArt untuk dilakukan?
PUNKVISM dan ChainArt menandatangani nota kesepahaman strategis untuk secara bersama-sama mengembangkan dan memperluas layanan tiket berbasis NFT untuk konser dan acara di Korea Selatan serta pasar internasional.
Bagaimana cara kerja platform TicketBell milik ChainArt?
TicketBell menerbitkan tiket sebagai token non-fungible dan mencatat kepemilikan serta riwayat transaksi di blockchain, sehingga menciptakan lingkungan tiket yang lebih aman dan dapat dilacak. Lingkungan ini dirancang untuk mencegah ticket scalping dan penjualan palsu, serta meningkatkan transparansi pada saluran distribusi tiket.
Proyek percontohan apa yang telah diterapkan ChainArt?
ChainArt telah menjalankan percontohan solusi tiket NFT di sektor pariwisata dan rekreasi melalui kolaborasi dengan bisnis perhotelan dan yang terkait metaverse untuk membuat produk tiket akomodasi berbasis NFT, serta menerapkan tiket NFT untuk sebuah pameran Van Gogh.
Berita Terkait
Binance Meluncurkan Futures Perpetual Berbasis Saham saat AS Mengejar Hegemoni Digital
Integra Selects SettleMint untuk Tokenisasi Real Estat di AS dan Uni Emirat Arab
FishWar Bermitra dengan RATGPT untuk Mengintegrasikan Jaringan AI Terdesentralisasi
Flutterwave Bermitra dengan Tempo untuk Pembayaran Lintas Batas Berbasis Stablecoin di Afrika
Shinhan Financial Group Menandatangani MoU dengan Canton Foundation untuk Tata Kelola Blockchain