Berdasarkan data yang diumumkan oleh bursa Korea (KRX) pada 9 Juli, nilai transaksi saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing mencapai 9,5563 triliun won Korea pada 8 Juli dan 15,2560 triliun won Korea, dengan total 24,8123 triliun won Korea. Jika ditambahkan 16 ETF berpengungkit dan inverse yang menjadikan Samsung Electronics serta SK Hynix sebagai aset acuan, skala perdagangan mendekati 40 triliun won Korea, atau 44,1% dari total nilai transaksi di pasar Korea.
Total nilai transaksi saham Samsung Electronics dan SK Hynix pada 8 Juli mencapai 24,8123 triliun won Korea
Berdasarkan data yang diumumkan oleh KRX pada 9 Juli, berikut angka terkait tingkat konsentrasi pasar pada 8 Juli:
Nilai transaksi Samsung Electronics: 9,5563 triliun won Korea
Nilai transaksi SK Hynix: 15,2560 triliun won Korea
Total kedua saham: 24,8123 triliun won Korea (mewakili 51,0% dari total nilai transaksi KOSPI + KOSDAQ sebesar 48,6090 triliun won Korea)
Porsi pada 26 Mei (sebelum peluncuran ETF berpengungkit dan inverse): 30,0% (selisih keduanya mencapai 21 poin persentase)
Nilai transaksi 16 ETF berpengungkit dan inverse terkait: 15,6045 triliun won Korea
Pangsa pasar termasuk ETF: 44,1% dari total nilai transaksi pasar domestik Korea sebesar 91,6314 triliun won Korea
Pada 7-8 Juli, kedua saham sama-sama turun sekitar 6%
Menurut laporan, pada 7 dan 8 Juli, Samsung Electronics dan SK Hynix turun hampir bersamaan sekitar 6%, sementara KOSPI masing-masing turun 4,91% dan 5,35%. Dalam hal lending efek (yang dianggap sebagai indikator utama untuk short selling), saldo pinjaman efek SK Hynix meningkat lebih dari 5 triliun won Korea; porsi dalam total lending efek naik dari 16,2% pada 26 Mei menjadi 21,5% pada 8 Juli. Adapun porsi gabungan saldo pinjaman efek Samsung Electronics dan SK Hynix melebar dari 32,1% menjadi 38,9%.
Peringatan analis: rebalancing harian ETF berpengungkit membentuk eksposur gamma short buatan
Menurut laporan, peneliti dari Mirae Asset Securities, Kim Seok-hwan, mengatakan: “ETF berpengungkit melakukan rebalancing setiap hari sebelum penutupan pasar untuk menyesuaikan imbal hasil harian dari indeks acuan; proses ini secara artifisial menciptakan eksposur gamma short, sehingga memperkuat arus transaksi paksa yang merespons fluktuasi harga.” Peneliti Mirae Asset Securities, Yoo Myung-geun, juga menyatakan: “Koreksi besar-besaran baru-baru ini di pasar lebih banyak didorong faktor teknis akibat struktur gamma jangka pendek dari ETF berpengungkit, bukan faktor fundamental.”
Peneliti Korea dari Daishin Securities, Lee Jae-won, mengatakan bahwa ETF berpengungkit baru diluncurkan kurang dari satu setengah bulan; dari 49 ETF yang ada, 16 di antaranya telah memicu mekanisme sidecar, dan dari 8 di antaranya, 5 memicu mekanisme circuit breaker. Ia pun menekankan perlunya langkah perlindungan yang bersifat institusional untuk menurunkan volatilitas pasar.
FAQ
Berapa nilai transaksi saham Samsung Electronics dan SK Hynix di pasar saham Korea?
Berdasarkan data KRX 9 Juli, nilai transaksi gabungan Samsung Electronics dan SK Hynix pada 8 Juli mencapai 24,8123 triliun won Korea, yang setara dengan 51,0% dari total nilai transaksi KOSPI dan KOSDAQ, lebih tinggi 21 poin persentase dibanding 26 Mei (sebelum ETF berpengungkit diluncurkan) yang sebesar 30,0%.
Bagaimana single-leverage ETF memperparah volatilitas pasar?
Menurut penjelasan analis, ETF berpengungkit melakukan rebalancing setiap hari sebelum penutupan pasar untuk menyesuaikan imbal hasil harian dari indeks acuan; proses ini membentuk eksposur gamma short buatan, sehingga saat pasar turun menciptakan order jual paksa, dan saat pasar naik menambah pembelian. Dengan demikian, volatilitas harga yang ada diperkuat sekaligus diperbesar.
Setelah single-leverage ETF diluncurkan, berapa banyak ETF yang sudah memicu mekanisme sidecar?
Menurut pernyataan peneliti Korea dari Daishin Securities, Lee Jae-won, ETF berpengungkit diluncurkan kurang dari satu setengah bulan; dari 49 ETF yang ada, 16 di antaranya telah memicu mekanisme sidecar, dan dari 8 di antaranya, 5 memicu mekanisme circuit breaker, yang menunjukkan volatilitas pasar yang meningkat secara signifikan.