Menurut peneliti DS Investment & Securities, Kim Soo-hyun, saham biasa Samsung Electronics diperdagangkan dengan premi 54% terhadap saham preferen pada 8 Juli, menandai rekor tertinggi. Lonjakan ini didorong oleh arus masuk ETF skala besar yang terkonsentrasi pada saham biasa selama beberapa bulan terakhir, yang secara signifikan memperlebar kesenjangan harga antara kedua kelas sekuritas tersebut.
Perbandingan internasional menunjukkan diskon tersebut berlebihan. Saham preferen di Alphabet, Berkshire Hathaway, dan perusahaan-perusahaan besar Jerman diperdagangkan hanya dengan diskon 1-5% terhadap saham biasa, karena perusahaan-perusahaan tersebut secara aktif mengelola perbedaan harga melalui program buyback dan mekanisme perlindungan pemegang saham minoritas.