Saudi Aramco Trading dan Adnoc Melanjutkan Pengiriman Minyak Mentah Melalui Selat Hormuz Meski Ada Gangguan

GateNews

Menurut sumber yang berinformasi, Saudi Aramco Trading dan Adnoc terus mengirim minyak mentah melalui Selat Hormuz pada 8 Mei, meskipun volume secara signifikan turun setelah Iran menutup jalur tersebut sepuluh minggu sebelumnya. Adnoc termasuk yang pertama melanjutkan operasi, menyalurkan minyak mentah Upper Zakum melalui perairan Fujairah alih-alih memuat di Pulau Zirku secara tradisional. Data dari Vortexa dan Kpler menunjukkan beberapa kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar telah melintasi selat tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Sebuah VLCC sewaan, Fujairah Energy, dijadwalkan memuat minyak mentah untuk pengiriman ke Asia pada 15-17 Mei, menurut perjanjian pengiriman.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Survei Goldman Sachs: 43% Investor Memperkirakan Gangguan di Selat Hormuz Akan Berlanjut Melebihi Juli

Menurut survei Goldman Sachs yang dirilis pada 8 Mei, mayoritas investor memperkirakan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz akan berlanjut melewati bulan Juni. Secara khusus, 43% responden memperkirakan operasi pengiriman normal tidak akan pulih hingga Juli atau setelahnya. Survei tersebut juga menemukan bahwa salah satu-t

GateNews15menit yang lalu

Barclays Mempertahankan Prakiraan Minyak Brent 2026 pada 100 Dolar AS per Barel

Menurut Barclays pada 8 Mei, bank tersebut mempertahankan perkiraannya untuk harga minyak mentah Brent agar rata-rata $100 per barel pada 2026, dengan risikonya condong ke kenaikan. “Bahkan dalam skenario paling optimistis, kami tetap percaya harga minyak bisa jadi masih undervalued, karena permintaan tetap kuat dan persediaan terus melanjutkan”

GateNews37menit yang lalu

Qatar Energy Akan Memulai Kembali Pasokan LNG ke Eropa dalam 30-45 Hari Setelah Kesepakatan Damai Tercapai, Kata CEO Edison

Menurut CEO perusahaan energi Italia Edison, Qatar Energy akan melanjutkan pasokan gas alam cair kepada pelanggan Eropa dalam waktu 30 hingga 45 hari setelah kesepakatan damai. Namun, volume pasokan diperkirakan tetap di bawah tingkat sebelum perang, eksekutif tersebut

GateNews1jam yang lalu

Ledakan Dilaporkan Terjadi di Pulau Sirri Iran Dekat Selat Hormuz

Menurut Kantor Berita Mehr Iran, terjadi ledakan yang dilaporkan di Pulau Sirri dekat Selat Hormuz. Penyebabnya masih belum jelas.

GateNews1jam yang lalu

Militer AS Menyerang Beberapa VLCC yang Mencoba Menjalankan Blokade pada 8 Mei

Menurut Fox News, militer AS melakukan serangan udara pada 8 Mei, menargetkan beberapa kapal tanker mentah berukuran sangat besar (VLCC) yang mencoba menerobos blokade. Kapal-kapal tersebut, yang digambarkan sebagai kapal tanker kosong oleh seorang pejabat senior AS, sedang menuju kembali ke Iran untuk menghindari blokade.

GateNews2jam yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar