- Kevin Warsh menang konfirmasi Senat sebagai ketua The Fed dalam selisih suara paling tipis sepanjang sejarah.
- Inflasi yang meningkat dan biaya energi menurunkan ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga tahun ini.
- Partai Republik di Dewan Perwakilan mendorong rencana untuk mempersempit mandat Federal Reserve hanya pada inflasi.
Senat AS mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve pada Rabu dalam pemungutan suara 54-45, dengan margin paling tipis yang pernah terjadi untuk posisi tersebut. Menurut Bloomberg, anggota legislatif menyetujui Warsh hanya beberapa hari sebelum masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Jumat, 15 Mei. Pasar kini mengawasi ketat apakah Warsh akan menolak seruan berulang Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga meski tekanan inflasi terus meningkat.
Debat soal Independensi The Fed Makin Dalam
Pemungutan suara konfirmasi sebagian besar mengikuti garis partai di Senat. Yang menonjol, Demokrat Pennsylvania John Fetterman bergabung dengan Partai Republik dalam mendukung Kevin Warsh. Warsh mendapat konfirmasi sehari setelah para senator menyetujui dia sebagai gubernur Federal Reserve.
Pemungutan suara itu membuka jalan bagi penetapannya sebagai ketua. Dalam sidang konfirmasi, Warsh menyatakan Federal Reserve akan tetap “sepenuhnya independen.” Dia juga mengatakan dia tidak akan bertindak sebagai “boneka sock puppet” Trump.
Namun, Trump secara terbuka telah mendorong Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga selama berbulan-bulan. Presiden berulang kali mengkritik Powell atas keputusan kebijakan moneter selama masa jabatannya. Sementara itu, Powell mengonfirmasi bahwa dia berencana tetap berada di dewan Federal Reserve setelah meninggalkan jabatan ketua. Masa jabatan gubernurnya masih menyisakan dua tahun.
Data Inflasi Mempersulit Prakiraan Suku Bunga
Warsh mulai menjabat saat kekhawatiran inflasi terus meningkat di perekonomian Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan mencapai 3,8% pada April, level tertingginya sejak Mei 2023.
Harga energi melonjak setelah gangguan yang terkait dengan Selat Hormuz. Biaya makanan, perumahan, dan tiket pesawat juga terus naik. Akibatnya, pasar menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.
Beberapa analis kini memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah hingga 2027. Warsh sebelumnya pernah duduk di dewan Federal Reserve antara 2006 dan 2011. Pada periode itu, dia mengkritik bagian dari kebijakan pelonggaran kuantitatif bank sentral.
Partai Republik DPR Mendorong Perubahan Terpisah untuk The Fed
Sementara itu, Partai Republik di DPR melangkah maju dengan legislasi yang menargetkan mandat ganda Federal Reserve. Proposal tersebut akan mewajibkan The Fed fokus hanya pada inflasi, bukan pada tenaga kerja dan inflasi secara bersamaan.
Anggota Dewan French Hill memuji Warsh setelah pemungutan suara konfirmasi. Dia menyebut fokus Warsh pada keterjangkauan dan stabilitas harga. Sementara itu, Warsh menggantikan Stephen Miran sebagai ketua Federal Reserve. Pertemuan pertama Komite Pasar Terbuka Federal yang dijadwalkan berlangsung pada 16 dan 17 Juni.