Senator Tim Scott mengonfirmasi adanya pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Coinbase saat anggota parlemen mendorong penyelesaian aturan imbal hasil stablecoin dalam Undang-Undang CLARITY. Ia mengatakan bahwa Partai Republik dan Partai Demokrat telah mencapai kesepakatan bersama mengenai ketentuan imbal hasil. Namun, persetujuan industri masih belum terselesaikan, dengan para pemangku kepentingan masih bernegosiasi mengenai naskah final di balik pintu tertutup pekan ini.
Scott menggambarkan isu imbal hasil sebagai rintangan utama yang kini telah ditangani oleh para legislator. Ia mengatakan kedua pihak sepakat tentang bagaimana imbalan harus berfungsi di seluruh platform kripto. Namun, ia menambahkan bahwa para legislator masih harus mendapatkan dukungan dari para pelaku industri.
Secara khusus, Scott menekankan bahwa diskusi terus berlanjut dengan perusahaan-perusahaan besar, termasuk Coinbase. Ia menggambarkan prosesnya sebagai hal yang rumit, yang memerlukan keseimbangan hati-hati antara kepentingan yang saling bersaing.
Pada saat yang sama, ia menjelaskan perbedaan antara stablecoin dan sistem perbankan tradisional. Stablecoin, katanya, beroperasi dengan model jaminan satu banding satu, tidak seperti perbankan cadangan pecahan (fractional-reserve).
Meski terjadi kemajuan di Kongres, resistensi industri terus menguat. Menurut jurnalis Eleanor Terrett, para legislator berencana merilis naskah legislatif terbaru pada minggu depan. Draf tersebut akan menguraikan ketentuan imbal hasil dan imbalan stablecoin yang sedang dibahas.
Namun, Coinbase dan pemangku kepentingan lainnya telah menyampaikan kekhawatiran tentang usulan-usulan sebelumnya. Kepala Global Riset Investasi Coinbase, David Duong, mengatakan bahwa para pemimpin industri sedang menyiapkan usulan tandingan yang terkoordinasi.
Ia menjelaskan bahwa usulan tersebut bertujuan melindungi pelanggan sekaligus menjaga struktur imbalan agar tetap berkelanjutan. Pembicaraan ini mengikuti ketidakpuasan terhadap ketentuan yang dibagikan dalam pertemuan terbaru di Capitol Hill.
Sementara itu, kekhawatiran kebijakan yang lebih luas terus membentuk negosiasi. Penasihat Gedung Putih Patrick Witt mempertanyakan bagaimana pemerintahan mendatang mungkin mendekati imbalan stablecoin dan aturan aset digital.
Ia juga mengangkat isu seputar perlindungan bagi pengembang dan klasifikasi aset digital. Topik-topik ini tetap menjadi bagian dari perdebatan regulasi yang lebih luas yang terkait dengan Undang-Undang CLARITY.
Scott menegaskan bahwa semua pihak tetap terlibat dalam diskusi. Ia mencatat bahwa bank dan perusahaan kripto terus menyampaikan pandangan yang saling bertentangan mengenai struktur imbalan. Namun, para legislator terus menyempurnakan redaksi seiring pembicaraan menuju kesepakatan final.