SFC mengajukan permohonan pencatatan KOSPI kepada Korea Exchange pada 24 Juli. Perusahaan ini adalah perusahaan patungan antara Samsung Display dan Hodogaya Chemical milik Jepang, yang didirikan pada 1998 untuk mengembangkan material lapisan pemancar biru bagi layar OLED. SFC adalah satu-satunya perusahaan domestik yang memproduksi massal baik material host maupun dopan untuk pencatatan ini, yang memerlukan desain molekuler lanjutan untuk menyeimbangkan efisiensi, masa pakai, dan kemurnian warna. CEO Kim Yong-kwan mengatakan dana hasil pencatatan akan digunakan untuk riset dan pengembangan OLED generasi berikutnya serta ekspansi ke material biologi dan semikonduktor.
SFC Melaporkan Hasil Keuangan FY2025
SFC mencatat pendapatan sebesar 160,8 miliar KRW pada FY2025 (April 2025–Maret 2026), sedikit meningkat dari 158,1 miliar KRW pada tahun sebelumnya. Keuntungan operasi berjumlah 21,7 miliar KRW dengan margin operasi 13,5%. Ini mencerminkan penurunan 29% dibandingkan keuntungan operasi tahun sebelumnya sebesar 30,5 miliar KRW. Perusahaan mengaitkan penurunan laba dengan meningkatnya biaya R&D dan biaya amortisasi dari merger baru-baru ini.
Hodogaya Chemical dan Samsung Display Memegang Saham Mayoritas
Hodogaya Chemical memiliki 52,96% saham di SFC sebagai pemegang saham terbesar. Samsung Display memiliki 29,56% melalui Samsung Venture Investment sebagai pemegang saham terbesar kedua. Mirae Asset Securities bertindak sebagai lead underwriter untuk pencatatan, dengan Korea Investment Securities sebagai co-underwriter. Samsung Display menyumbang 75,5% pendapatan SFC, sehingga terjadi konsentrasi pelanggan yang signifikan.
LG Chem Menang Gugatan Paten Melawan SFC
SFC mengajukan permohonan pembatalan atas teknologi paten OLED deuteration milik LG Chem, tetapi Mahkamah Agung memutuskan pada Mei untuk mempertahankan validitas paten tersebut. Berdasarkan putusan ini, LG Chem mengajukan gugatan perdata terhadap SFC yang menuntut kira-kira 30 miliar KRW sebagai ganti rugi dan perintah injuksi yang melarang produksi serta penjualan produk terkait.
SFC Memperluas ke Material Bio dan Semikonduktor
Perusahaan memanfaatkan keahlian kimia organiknya dari pengembangan OLED untuk masuk ke sektor material bio dan semikonduktor. Pada segmen bio, SFC mengembangkan dan memasok material oligo berbasis asam nukleat yang digunakan dalam diagnostik molekuler dan terapeutik. CEO Kim Yong-kwan menyatakan perusahaan akan menggunakan dana dari pencatatan untuk mempercepat R&D material OLED generasi berikutnya, mengembangkan material blue fosforesen dan material BT2020, serta memperluas penerapan dari perangkat seluler ke layar IT dan otomotif, termasuk tablet, laptop, dan monitor.
FAQ
Apa yang diajukan SFC pada 24 Juli?
SFC mengajukan permohonan pencatatan awal dengan Korea Exchange pada 24 Juli untuk mengejar pencatatan KOSPI.
Siapa pemegang saham utama SFC?
Hodogaya Chemical memegang 52,96% sebagai pemegang saham terbesar, dan Samsung Display memiliki 29,56% melalui Samsung Venture Investment sebagai pemegang saham terbesar kedua.
Apa hasil gugatan paten LG Chem?
Mahkamah Agung memutuskan pada Mei untuk mempertahankan validitas paten OLED deuteration milik LG Chem. LG Chem kemudian mengajukan gugatan perdata yang menuntut kira-kira 30 miliar KRW sebagai ganti rugi serta injuksi terhadap produksi/penjualan kepada SFC.