Menurut beberapa lembaga, raksasa semikonduktor Korea Selatan SK Hynix mengajukan IPO AS untuk mencatatkan American Depositary Receipts (ADR) di Nasdaq, dengan target peluncuran 10 Juli dan pencatatan resmi 29 Juli. Penawaran ini bertujuan mengumpulkan 45,45 triliun won (sekitar 29 miliar dolar AS), menjadikannya penerbitan ADR terbesar yang pernah tercatat.
Sebagai pemasok HBM inti untuk Nvidia, SK Hynix menguasai lebih dari 50% pangsa pasar HBM global, dengan pertumbuhan pendapatan Q1 2026 sebesar 198% dari tahun ke tahun dan margin operasional 71%. Namun, saham perusahaan diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba 3-4 kali di bursa Seoul, jauh di bawah valuasi Micron sebesar 9 kali, yang mencerminkan apa yang disebut analis sebagai 'diskon Korea' yang disebabkan oleh kekhawatiran geopolitik dan masalah tata kelola. Analis memproyeksikan bahwa jika SK Hynix mencapai valuasi yang sebanding dengan Micron setelah pencatatan, ADR tersebut dapat diperdagangkan dengan premium 20-45% dibandingkan pencatatannya di Seoul.