Korea Selatan Menilai Pasokan Nafta saat Ketegangan Timur Tengah Meningkat pada 28 Juli

Menurut Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Korea Selatan, pemerintah mengadakan rapat penilaian pasokan darurat untuk nafta dan produk petrokimia pada 28 Juli, setelah pernyataan Iran untuk memblokade ulang Selat Hormuz dan pengumuman penutupan maritim oleh Arab Saudi. Rapat tersebut, yang diadakan bersama perwakilan industri petrokimia dan Asosiasi Industri Kimia Korea, meninjau pasokan nafta saat ini serta status persediaan. Sektor petrokimia Korea Selatan telah mengamankan persediaan nafta pada atau di atas level tahun lalu hingga Agustus, dengan cadangan produk petrokimia yang tetap dalam kondisi stabil. Dampak pasokan jangka pendek diperkirakan terbatas. Pemerintah akan membentuk kanal komunikasi real-time dengan pemangku kepentingan industri untuk memantau secara ketat perkembangan di Timur Tengah dan kondisi pasokan dalam negeri, sekaligus menerapkan langkah kontinjensi untuk mengamankan pasokan tambahan mulai September mendatang.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar