Menurut Financial Supervisory Service (FSS), kerugian akibat penipuan keuangan asuransi di Korea Selatan tahun lalu mencapai 3,664 miliar won, turun 10,6% dari 4,029 miliar won pada 2024. Namun, jumlah insiden penipuan naik menjadi 15 kasus (naik 4 dari 2024), dengan perusahaan asuransi jiwa melaporkan kerugian 895 juta won dalam 8 kasus, dan perusahaan asuransi properti sebesar 2,769 miliar won dalam 7 kasus.
Kasus terbesar melibatkan KB Insurance, di mana seorang karyawan menggelapkan sekitar 1,6 miliar won dari pembayaran manfaat kematian yang tidak diklaim. Penipuan terdeteksi ketika staf internal mengidentifikasi ketidakberesan dalam proses klaim. Kasus signifikan lainnya termasuk Heungkuk Fire (788 juta won) dan AIA Life (476 juta won).