Menurut Yonhapnews dan analis sekuritas Korea, lima perusahaan besar pembuat pertahanan Korea Selatan melihat saham mereka turun tajam dari level puncak yang dicapai pada awal Maret hingga pertengahan Juli. Hanwha Aerospace turun 43% dari puncak 4 Maret sebesar 1,655 juta won menjadi 943.000 won pada 16 Juli; Hyundai Rotem turun 44%, Korea Aerospace Industries merosot 31%, Hanwha Systems anjlok 64%, dan LIG Nex1 turun 33%. Kelima saham tersebut rata-rata mengalami penurunan 43% dari puncak masing-masing.
Para analis mengaitkan pelemahan ini dengan konflik Timur Tengah yang berkepanjangan hingga melewati empat bulan, yang menyebabkan keterlambatan kontrak dan beban keuangan bagi negara-negara pembeli. DS Investment Securities mencatat bahwa perang Iran-AS yang berlangsung lama menghambat jalur regional yang sebelumnya telah dimanfaatkan perusahaan-perusahaan pertahanan Korea. Meski melemah belakangan ini, perusahaan sekuritas menilai fundamental tetap kuat dan memperkirakan adanya pesanan baru dari pasar Eropa dan AS pada paruh kedua 2026.