Menurut Barron's, saham SpaceX turun menjadi $139,14 pada Senin, menandai harga penutupan terendah sejak IPO bulan Juni, hanya sedikit di atas harga penerbitan $135. Penurunan ini sangat kontras dengan sentimen Wall Street: lima analis besar termasuk RBC, Deutsche Bank, Wells Fargo, Oppenheimer, dan Morgan Stanley mempertahankan peringkat beli, dengan rata-rata target harga $250, yang menilai perusahaan sekitar $3,3 triliun.
Sejumlah faktor menekan saham. Saat ini, SpaceX diperdagangkan pada estimasi valuasi $1,8 triliun dan diperkirakan tetap tidak menghasilkan laba hingga 2026. Selain itu, sekitar 20% saham menghadapi berakhirnya masa lock-up pada pertengahan Agustus, yang berpotensi membanjiri pasar dengan pasokan baru. Lanskap persaingan juga telah berubah, karena China berhasil memulihkan pendorong roket yang dapat dipakai ulang pekan lalu.