Menurut survei King’s College London yang dirilis pada 19 Mei, mayoritas pekerja Inggris memprediksi pengangguran skala besar saat kecerdasan buatan menjadi semakin luas. Penelitian tersebut menemukan bahwa 1 dari 5 responden percaya pengangguran akibat AI dapat memicu keresahan sosial.
Survei itu menunjukkan bahwa pekerjaan seperti tukang pipa dinilai relatif aman, sementara posisi karyawan kantor level awal menghadapi risiko yang lebih tinggi. Namun, pekerja Inggris mengungkapkan kekhawatiran pribadi yang relatif rendah mengenai ancaman terhadap pekerjaan mereka sendiri.
Berita Terkait
Pemenang Nobel Spence: AI Bisa Meningkatkan Produktivitas, Tapi Tidak Akan Mengatasi Krisis Pertumbuhan
Pemimpin Robotika OpenAI: AI Harus Beralih Dari Perangkat Lunak ke Dunia Fisik
《Wall Street Journal》 menyelidiki sistem arbitrase Polymarket: pemilih token anonim diduga memanipulasi hasil