Bulan Maret 2026 membawa sinyal yang penuh harapan untuk Bittensor (TAO) – mata uang kripto yang terhubung dengan jaringan AI terdesentralisasi. Meskipun nilai TAO telah menurun lebih dari 60% dibandingkan tahun lalu, perhatian terhadap altcoin ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat.
Yang menarik, aktivitas staking TAO tetap stabil meskipun harga turun. Ini menunjukkan kepercayaan jangka panjang dari para investor terhadap potensi proyek ini.
Menurut laporan terbaru dari LunarCrush, tingkat interaksi di platform media sosial TAO meningkat tajam sebesar 5.231% hanya dalam satu minggu. Selain itu, volume perdagangan juga meningkat 133% dibandingkan rata-rata enam bulan terakhir.
Dalam beberapa hari terakhir, TAO terus muncul dalam daftar proyek yang sedang tren di CoinGecko. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam perhatian dan pencarian informasi terkait proyek ini.
Selain itu, rumor terbaru turut menarik perhatian komunitas. Beberapa sumber mengklaim bahwa token subnet di platform Bittensor mungkin akan listing di bursa besar seperti Coinbase dan Robinhood.
Namun, laporan juga menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap TAO saat ini hanya mencapai 28% – level terendah sepanjang masa.
Menurut data dari Coinphoton, harga TAO telah turun lebih dari 60% dari puncaknya tahun lalu, saat ini diperdagangkan sekitar $195. Penurunan ini sebagian menjelaskan sentimen negatif yang tercatat oleh LunarCrush.
Namun, perbedaan mencolok antara meningkatnya perhatian dan sentimen pasar yang pesimis bisa menjadi tanda fase akumulasi yang khas. Investor cerdas biasanya memanfaatkan peluang ini untuk diam-diam membeli saat mayoritas pasar masih berhati-hati.
“Sentimen rendah tetapi harga dan volume perdagangan meningkat adalah sinyal akumulasi klasik. Jika sentimen pasar pulih ke rata-rata 86% dan harga tetap di atas $190, ini akan menjadi peluang investasi yang menarik.” — LunarCrush menilai.
Data staking terus memperkuat argumen tentang fase akumulasi. Menurut statistik dari TAOStats, tingkat staking TAO tetap sangat tinggi, sekitar 68% dari total pasokan sedang di-stake.
Ketika para investor melakukan staking atau meng-otorisasi TAO ke validator di subnet – jaringan AI khusus – mereka membantu memverifikasi kualitas output dari model AI yang dibuat oleh miner. Sebagai imbalannya, validator akan mendistribusikan hadiah berupa token TAO baru berdasarkan tingkat staking masing-masing.
Perbandingan jumlah TAO yang dimiliki dengan harga | Sumber: TAOStats
Grafik dari TAOStats menunjukkan bahwa jumlah TAO yang di-stake tetap stabil, meskipun harga menurun dan penerbitan token meningkat. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor yang melakukan staking tidak menjual, melainkan terus melakukan staking untuk mendapatkan hadiah.
“Ini mencerminkan kepercayaan jangka panjang dan partisipasi yang semakin besar dari validator dan miner. Selain itu, ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang terlibat dalam ekosistem $TAO semakin bertambah.” — Pengamat investasi Tanaka berkomentar.
Faktor penting lain yang mendukung argumen akumulasi adalah langkah dari Grayscale Investments. Perusahaan investasi besar ini berusaha mengubah Grayscale Bittensor Trust (GTAO) menjadi ETF TAO, mirip dengan yang mereka lakukan sebelumnya dengan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).
Jika berhasil, langkah ini bisa membuka peluang besar bagi aliran dana dari institusi ke TAO. Hal ini dapat memberikan dorongan kuat, mendorong baik investor ritel maupun institusi untuk mengakumulasi token sejak sekarang.
“Sebagai pengingat, bahwa TAO saat ini masih sangat murah.” — Investor Wizz berbagi.
Meskipun sinyal positif muncul di bulan Maret, mereka belum cukup untuk membalikkan tren penurunan lebih dari 60% yang dialami TAO. Aktivitas akumulasi mungkin masih berlangsung secara diam-diam. Namun, para investor harus siap menghadapi kemungkinan kerugian jangka pendek mengingat pasar altcoin secara umum masih lemah.