Menurut Kurt Hemecker, CEO Gold Token SA, cabang tokenisasi dari MKS PAMP, emas digital berpotensi mengubah logam mulia menjadi instrumen keuangan yang lebih likuid. Berbeda dengan pasar logam mulia tradisional yang beroperasi selama jam kerja, emas yang ditokenisasi dapat diperdagangkan 24/7, menyediakan likuiditas terus-menerus. Yang lebih penting, Hemecker mengatakan tokenisasi memperkuat argumen agar emas diakui sebagai Aset Likuid Berkualitas Tinggi (HQLA) sesuai regulasi perbankan, yang dapat memungkinkan lembaga keuangan menggunakannya dalam transaksi repo dan penyelesaian antarbank.
Namun, Hemecker menekankan bahwa kepercayaan tetap menjadi hambatan terbesar. Emas yang ditokenisasi bergantung pada kepercayaan terhadap logam fisik yang mendasarinya, kustodian, struktur kepemilikan hukum, dan yurisdiksi penyimpanan. Industri juga kekurangan perjanjian kustodi standar dan standar operasional yang diperlukan agar bank sentral dan lembaga keuangan besar dapat berpartisipasi. Hemecker mencatat bahwa pelaku pasar akan semakin meneliti apa yang mendukung token, hak properti, sumber, dan asal-usulnya.