Toku, sebuah perusahaan perangkat lunak pengalaman pelanggan yang terdaftar di Singapura, meluncurkan Makimoto, sebuah inisiatif open-source untuk AI percakapan di Asia-Pasifik, menurut perusahaan. Rilis pertamanya, sebuah API transkripsi, dijadwalkan pada 1 Juli 2026, dan akan dihosting di Singapura.
Detail Peluncuran Produk
Makimoto Kawa akan dimulai dengan API transkripsi real-time dan pasca percakapan. Toku mengatakan bahwa versi yang di-host sendiri (self-hosted), versi berbasis container, serta rilis yang spesifik untuk tiap negara akan menyusul peluncuran awal.
Basis Penempatan Data dan Pendorong Regulasi
Toku membingkai proyek ini sebagai respons terhadap aturan penempatan data dan privasi di pasar termasuk Singapura, Indonesia, dan Vietnam yang memengaruhi di mana audio pelanggan dan transkrip dapat diproses. Dengan menghosting infrastruktur secara lokal dan membuka sumber komponen, Toku bertujuan membantu perusahaan regional membangun solusi AI yang dapat dipertahankan secara kepatuhan.
Strategi Open-Source dan Rekrutmen
Toku merilis lapisan orkestrasi Kawa—perangkat lunak yang mengoordinasikan bagaimana komponen AI bekerja bersama—di bawah lisensi MIT. Perusahaan juga membuka 10 lowongan lulusan berbasis di Singapura di bidang engineering, developer relations, dan kerja komunitas untuk mendukung inisiatif tersebut.
Konteks Strategis: Tekanan Margin dan Pemosisian Kompetitif
Margin laba kotor Toku turun dari 27,4% menjadi 24,3% pada FY2025, dengan pendapatan "Usage" ber-margin lebih rendah mencapai 68,8% dari total penjualan, sementara layanan ber-margin lebih tinggi menurun. Toku mulai mengenakan biaya untuk kapabilitas AI pada FY2025, meskipun pendapatan tersebut belum material. Proyek Makimoto merepresentasikan upaya untuk menambahkan lapisan perangkat lunak dan AI ber-margin lebih tinggi ke bisnis Usage Toku yang dipacu konektivitas. Dengan memposisikan AI yang patuh secara lokal sebagai keunggulan kompetitif dibanding penyedia global yang sering memproses data di luar pasar regional, Toku menargetkan potensi pemisahan pasar sejalan garis geopolitik, terutama di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika Latin tempat perusahaan sedang melakukan ekspansi.