Toss Insight, lembaga riset manajemen keuangan dari Toss, menerbitkan laporan pada 10 Juli yang merekomendasikan agar bank-bank Korea memprioritaskan pengelolaan keseimbangan risiko-imbalan daripada pertumbuhan karena industri menghadapi tren profitabilitas dan kestabilan yang berbeda. Judul laporan 'Outlook Industri Perbankan dan Langkah Tanggap di Era Ketidakpastian' menyatakan bahwa bank domestik harus fokus pada pengelolaan trade-off antara profitabilitas, kestabilan, dan pertumbuhan di berbagai skenario makroekonomi. Rekomendasi ini muncul karena ketidakpastian dalam lingkungan pengelolaan perbankan semakin meluas akibat risiko geopolitik, ketidakpastian jalur kebijakan moneter negara-negara utama, penguatan pengelolaan utang rumah tangga, dan lonjakan pasar saham terbaru, sehingga sulit menilai kondisi pengelolaan bank di masa depan dengan satu perkiraan dasar.
Laporan Mengidentifikasi Tidak Ada Skenario Menguntungkan Secara Seragam untuk Bank
Laporan menganalisis bahwa tidak ada skenario yang menunjukkan kondisi secara seragam menguntungkan maupun merugikan bagi bank. Ketika suku bunga naik dan ekonomi berkembang, pendapatan bunga bersih dan pertumbuhan pinjaman mendapat manfaat, tetapi tingkat tunggakan dan risiko gagal bayar juga meningkat karena beban bunga yang lebih tinggi bagi peminjam. Sebaliknya, saat suku bunga turun dan ekonomi melambat, beban pembayaran berkurang, tetapi fondasi profitabilitas dan pertumbuhan bank dapat melemah. Laporan menekankan bahwa alih-alih menilai keberuntungan dari skenario tertentu, bank harus memantau perubahan keseimbangan antara profitabilitas, pertumbuhan, dan kestabilan dalam setiap situasi serta menyesuaikan strategi modal dan cadangan sesuai sensitivitas skenario.
Bank Internet Menghadapi Trade-off Lebih Besar Antara Profitabilitas dan Kestabilan
Laporan mengidentifikasi bahwa struktur peningkatan profitabilitas sekaligus beban kestabilan tampak lebih nyata pada bank internet. Bank internet memiliki proporsi peminjam kredit menengah-ke-rendah dan pinjaman kredit pribadi yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan profitabilitas lebih baik selama periode kenaikan suku bunga, tetapi juga menghadapi peningkatan tunggakan dan biaya kerugian pinjaman yang lebih besar karena beban pembayaran peminjam meningkat. Analisis menunjukkan bahwa karena struktur bisnis yang berfokus pada pinjaman rumah tangga dan lingkungan regulasi, bank internet memiliki keterbatasan dalam memperluas pertumbuhan pinjaman secara signifikan bahkan selama fase pemulihan ekonomi.
Lonjakan Pasar Saham Kurangi Masuk Dana Deposito Berjangka Sebesar 600-930 Miliar Won
Laporan mengidentifikasi dampak lonjakan pasar saham terbaru terhadap deposito bank sebagai faktor risiko utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa saat KOSPI naik 1 persen poin selama satu bulan, pertumbuhan deposito berjangka melambat hingga tiga bulan berikutnya. Berdasarkan saldo Februari, perkiraan penurunan masuk dana deposito sekitar 600 miliar hingga 930 miliar won. Namun, tidak ada perubahan signifikan pada deposito permintaan. Ini menunjukkan bahwa kekuatan pasar saham tidak menimbulkan keluarnya dana secara cepat, melainkan berkurangnya re-deposits dari deposito berjangka yang jatuh tempo dan perlambatan masuk dana baru. Laporan menekankan bahwa bank harus mengembangkan strategi pengelolaan dana yang tersegmentasi dengan mempertimbangkan struktur jatuh tempo deposito, tingkat re-deposit, dan sensitivitas suku bunga pelanggan, bukan hanya fokus menjaga total skala deposito.
Model Penelitian Menggunakan Tiga Skenario untuk Delapan Variabel pada 2026-2027
Tim riset menetapkan tiga skenario—baseline, optimis, dan pesimis—untuk delapan variabel utama termasuk suku bunga, tingkat pertumbuhan, inflasi, nilai tukar, pinjaman rumah tangga dan korporasi, harga saham, dan harga properti, menargetkan periode dari paruh kedua 2026 hingga 2027. Untuk setiap skenario, tim memperkirakan indikator profitabilitas, kestabilan, dan pertumbuhan bank, menganalisis tidak hanya perkiraan rata-rata tetapi juga risiko ekstrem melalui distribusi probabilitas saat kondisi memburuk. Peneliti Toss Insight menyatakan bahwa seiring meningkatnya ketidakpastian, keberhasilan bank tidak tergantung pada seberapa cepat mereka tumbuh, tetapi pada risiko yang mereka ambil dan kapasitas mereka untuk menahannya, berharap laporan ini membantu bank dalam menyusun rencana masa depan dan meninjau keseimbangan risiko-imbalan.
FAQ
Apa yang direkomendasikan Toss Insight dalam laporan perbankan 10 Juli?
Toss Insight merekomendasikan agar bank-bank Korea fokus pada pengelolaan keseimbangan risiko-imbalan daripada pertumbuhan, karena industri menghadapi tren profitabilitas dan kestabilan yang berbeda di berbagai skenario makroekonomi.
Bagaimana kinerja pasar saham mempengaruhi deposito bank menurut laporan?
Saat KOSPI naik 1 persen poin selama satu bulan, pertumbuhan deposito berjangka melambat hingga tiga bulan, dengan masuk dana deposito berkurang sekitar 600 miliar hingga 930 miliar won berdasarkan saldo Februari, meskipun deposito permintaan tidak menunjukkan perubahan signifikan.