Pesan Gate News, 23 April — Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk "menembak dan membunuh" setiap kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz "tanpa ragu," menurut sebuah pernyataan yang diposting di Truth Social hari ini. Trump juga mengarahkan para penyapu ranjau untuk terus membersihkan selat itu pada kapasitas tiga kali lipat.
Selat Hormuz membawa kira-kira 20% pasokan minyak dan gas global pada masa damai. Perintah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan, setelah Iran menyerang tiga kapal di jalur tersebut pada hari Rabu, dengan media negara Iran melaporkan bahwa Pasukan Garda Revolusi bertanggung jawab. Serangan terjadi setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran tanpa batas, meskipun AS tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Jika Iran berhasil menempatkan ranjau di selat itu, ia dapat memblokir jalur pasokan energi penting, yang mengancam stabilitas ekonomi global. Konflik ini sudah mendorong harga minyak naik secara global dan meningkatkan biaya untuk makanan serta barang-barang lainnya; gangguan berkepanjangan di selat itu akan memperparah konsekuensi ekonomi tersebut. Seorang diplomat Iran menyatakan bahwa perundingan tidak akan dimulai kembali sampai blokade AS dicabut.