Menurut Analisis Maritim Windward pada 23 Juli, dua kapal tanker di dekat Selat Hormuz diduga mengalami kebocoran minyak, dengan citra satelit yang menunjukkan pola tumpahan yang terbawa menuju Pulau Larak dan Qeshm di Iran. Kapal tanker bagian timur adalah Kavo Malias, yang terbakar setelah serangan di dekat selat pada 20 Juli. Kapal tersebut dilaporkan dalam kondisi kosong saat kejadian, sehingga material yang bocor kemungkinan besar adalah bahan bakar kapal, bukan minyak mentah atau kargo.
Kapal tanker bagian barat masih belum teridentifikasi setelah sistem identifikasi otomatisnya dimatikan. Menurut analisis satelit, kapal itu tetap berada di perairan yang sama sejak Mei 2026, dengan jejak minyak yang diduga terlihat di area-area sekitarnya.