Menurut CBS, seorang pilot pesawat tempur F-15E ditembak jatuh dua kali selama tahap awal operasi di Iran, demikian diungkapkan dua sumber yang mengetahui insiden tersebut pada 3 Juni. Pilot tersebut pertama kali terkena tembakan friendly fire dari pasukan Kuwait dalam misi sebelumnya dan berhasil keluar dengan aman. Kurang lebih 30 hari kemudian, pilot yang sama terkena rudal udara-ke-udara milik Iran saat menerbangkan misi lain di wilayah udara Iran, yang memicu operasi penyelamatan berikutnya.
Jenderal Angkatan Udara (purnawirawan) David Deptula menyoroti betapa langkanya insiden itu: "Ini kebetulan yang sangat tidak biasa," kata Deptula, seraya menambahkan bahwa ia tidak mengingat kasus serupa sejak Perang Vietnam, ketika seorang pilot ditembak jatuh dua kali dalam insiden berbeda selama konflik yang sama. "Rasanya seperti tersambar petir dua kali."