Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap pemimpin Kuba pada 5 Juni, dan Tiongkok dengan tegas menentang langkah tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa AS meningkatkan embargo dan sanksinya terhadap Kuba serta menyasar kepemimpinan Kuba, yang merupakan tindakan pemaksaan hegemonik.
Tiongkok mendesak AS untuk segera menghentikan blokade dan segala bentuk tekanan koersif terhadap Kuba, serta menghentikan pelanggaran atas hak rakyat Kuba untuk hidup dan pembangunan. Tiongkok akan terus dengan teguh mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, serta menentang campur tangan pihak asing.