Trump Memperpanjang Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama Tiga Minggu, Peringatkan Aksi Militer Iran jika Perundingan Ditolak

GateNews

Berita Gerbang, 24 April — Presiden Trump mengumumkan perpanjangan selama tiga minggu atas perjanjian gencatan senjata Israel-Lebanon, yang dijadwalkan berakhir pada 26 April. Ia berencana mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk berkunjung ke Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang. Trump menyatakan perpanjangan tersebut akan membantu mengatasi hambatan utama untuk mengakhiri konflik A.S. dengan Iran dan mencapai perdamaian Timur Tengah yang lebih luas.

Mengenai Iran, Trump memperingatkan bahwa jika Teheran menolak untuk berunding, A.S. akan mengambil tindakan militer. Ia mencatat bahwa Iran mungkin telah melakukan pengisian ulang persenjataan dalam jumlah kecil selama masa gencatan senjata, tetapi menekankan bahwa militer A.S. dapat menghancurkan persediaan tersebut dalam waktu sekitar satu hari. Trump secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik apa pun dan menyampaikan harapan untuk perjanjian perdamaian yang bertahan lama.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar