Menurut Guru Club, pada 22 Juli dolar AS menguat terhadap yen Jepang untuk hari perdagangan keempat berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, serta menguatnya ekspektasi pasar akan pengetatan kebijakan lanjutan dari Federal Reserve. USD/JPY menembus level 163 untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, mencatat titik terendah bersejarah bagi yen.
Pemerintah Jepang sebelumnya menyatakan akan memantau pergerakan nilai tukar dengan saksama dan mengambil langkah yang tepat jika diperlukan. Seiring USD/JPY terus mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade, para trader semakin memperkirakan toleransi bank sentral terhadap pelemahan yen lebih lanjut semakin menyempit.