Pesan Gate News, 22 April — Konglomerat berbasis di Vietnam, Vingroup, telah menghentikan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga LNG berkapasitas 4,8 gigawatt di Hai Phòng, dan beralih ke pembangkit listrik tenaga angin dan surya yang dipadukan dengan penyimpanan baterai. Ketua Pham Nhat Vuong menyebut risiko yang terkait konflik di Timur Tengah sebagai salah satu faktor dalam pergeseran strategis tersebut.
Perusahaan tersebut telah meminta persetujuan pemerintah untuk mengganti fasilitas LNG dengan infrastruktur energi terbarukan. Langkah ini selaras dengan Rencana Pengembangan Daya VIII yang diperbarui Vietnam, yang secara signifikan meningkatkan target sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS) untuk mendukung stabilitas jaringan listrik dan integrasi energi terbarukan.
Secara terpisah, Vingroup berencana mencatatkan unit taksinya Green SM pada paruh kedua 2028. Divisi kendaraan listrik (EV) perusahaan, VinFast, diperkirakan mencapai profitabilitas pada 2027 dan mengirimkan 300.000 kendaraan pada 2026.