WLFI turun 14% setelah proposal memperkenalkan 62 miliar token dengan skema vesting baru.
Respons balik komunitas meningkat meski persetujuan tata kelola kuat dan hasil pemungutan suara nyaris bulat.
Investor khawatir dampak pasokan jangka panjang, mendorong penurunan tajam dari level harga terbaru.
World Liberty Financial menghadapi tekanan pasar yang berat setelah proposal tata kelola besar memicu kepanikan di kalangan trader dan investor. WLFI anjlok tajam saat pemungutan suara dibuka untuk rencana yang melibatkan lebih dari 62 miliar token. Perubahan menuju skema vesting jangka panjang memunculkan pertanyaan di seluruh komunitas. Meski partisipasi tata kelola tetap kuat, sentimen berbalik negatif dengan cepat. Pergerakan harga mencerminkan ketidakpastian karena trader menilai ulang risiko terkait perubahan pasokan token di masa depan.
Proposal token unlock sekarang live untuk pemungutan suara. ☝️ Ini adalah salah satu proposal tata kelola paling signifikan dalam sejarah WLFI. Ini yang dipertaruhkan.
— WLFI (@worldlibertyfi) April 29, 2026
WLFI merosot hampir 14% saat pemungutan suara dimulai untuk proposal yang diajukan pada awal April. Rencana tersebut memperkenalkan skema vesting multi-tahun yang mencakup lebih dari 62 miliar token. Pemungutan suara resmi dimulai pertengahan pekan dan berlangsung hingga 7 Mei. Kuorum 1 miliar token diperlukan, dan ambang itu sudah terpenuhi. Dukungan tampak sangat besar di on-chain. Hampir semua suara mengarah mendukung proposal.
Sekitar 6 miliar token memberikan suara setuju, sementara hanya 3,2 juta yang menentang. Meski persetujuannya kuat, reaksi pasar justru bercerita lain. Trader lebih fokus pada implikasi pasokan ketimbang angka tata kelola. Harga turun dari $0,073 ke $0,064 selama periode pemungutan suara. WLFI sebelumnya sempat menyentuh $0,33 pada level puncak. Itu membuat token turun hampir 73% dari rekor tertinggi sepanjang masa.
Penurunan tajam menunjukkan seberapa sensitif sentimen pasar terhadap keputusan terkait pasokan. Proposal mengalokasikan sekitar 45 miliar token untuk pendiri, penasihat, dan mitra awal. Token tersebut mengikuti cliff dua tahun dan skema vesting tiga tahun. Sebanyak 17 miliar token lainnya yang terkait dengan pendukung awal mengikuti struktur serupa dengan periode vesting yang lebih singkat.
Meski dukungan pemungutan suara kuat, sentimen komunitas di platform sosial berubah tajam menjadi negatif. Banyak peserta awal mengungkapkan kekecewaan terhadap struktur unlock yang direvisi. Sejumlah investor menyebut masa tunggu panjang yang bahkan sudah melewati satu tahun. Kritik makin menguat saat tokoh-tokoh berpengaruh masuk ke diskusi. Pendiri Moonrock Capital, Simon Dedic, membandingkan proposal itu dengan rug pull.
Ia mempertanyakan waktu pelaksanaan dan keselarasan dengan siklus politik yang terkait masa jabatan presiden Donald Trump. Pendiri Tron, Justin Sun, turut mengkritik proposal tersebut. Sun menyebut struktur ini sebagai salah satu keputusan tata kelola paling tidak biasa yang pernah terlihat di kripto. Tensi hukum antara Sun dan World Liberty menambah kerumitan setelah token dibekukan dan hak suara dibatasi. Mekanisme potensi token burn menambah lapisan debat lain.
Jika disetujui, sekitar 10% dari token yang dialokasikan dapat dihapus secara permanen. Itu setara dengan kira-kira 4,5 miliar token. Pihak kepemimpinan proyek berargumen bahwa struktur itu meningkatkan transparansi dan menggantikan penguncian tanpa batas dengan jadwal yang ditetapkan. World Liberty Financial menyatakan bahwa model vesting yang diperbarui melindungi pemegang yang berkomitmen. Token yang tidak menerima ketentuan baru mungkin tetap terkunci tanpa batas.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus $78.000, Naik 2,3% dalam 24 Jam
Ethereum Tembus di Atas $2.300, Naik 1,54% Hari Ini
Bitcoin Naik 11,87%, Ethereum Menguat 7,3% pada April 2026
DOGE Melemah karena Pasar Berjangka Kepanasan, Muncul Peringatan Koreksi Turun 10%
DOGE Melemah karena Pasar Futures Overheat, Muncul Peringatan Koreksi Turun 10%