XRP menunjukkan tanda-tanda awal memudar pada momentum beli meski bertahan di atas level support kunci, menurut analis pasar Crypto Convicted. Data dari CoinCodex menunjukkan token diperdagangkan pada $1,46, naik 2,18% dalam sepekan terakhir, namun tren arus pesanan yang mendasari mengindikasikan pergeseran yang lebih hati-hati sedang terbentuk di bawah permukaan.
Divergensi Arus Pesanan Menandakan Pendinginan Permintaan
Metrik 30-hari Cumulative Volume Delta (CVD) sebelumnya sempat naik hingga sekitar 0,58, menandakan permintaan spot yang kuat dan menyiratkan reli XRP didukung oleh tekanan beli nyata, bukan spekulasi. Namun, momentum tampaknya bergeser. CVD XRP telah beralih menjadi negatif, turun ke sekitar -10,9 juta, yang menunjukkan tekanan jual kini mengungguli permintaan dari sisi beli.
Divergensi antara pergerakan harga yang relatif stabil dan arus pesanan yang melemah mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kekuatan reli dalam jangka pendek. Meski XRP terus mempertahankan level support kunci, ketidakseimbangan yang makin besar mengarah pada pendinginan permintaan dan kemungkinan likuiditas berputar keluar pasar secara bertahap.
Setup Teknis: Support dan Resistance di Titik Persimpangan Kritis
Meski momentum beli mulai pudar, XRP terus mempertahankan zona support kritis $1,44, level yang sejauh ini menyerap tekanan jual yang meningkat dan mencegah koreksi yang lebih tajam. Ketahanan ini menunjukkan bahwa permintaan yang mendasari tetap utuh, bahkan saat aktivitas pembelian agresif mulai mereda.
Secara teknis, XRP diperdagangkan di dalam symmetrical wedge yang makin menyempit, menandakan bahwa pergerakan yang lebih besar mungkin sedang mendekat. Analis pasar menyoroti level resistance $1,50, di mana breakout yang menentukan berpotensi menghidupkan kembali sentimen bullish dan mengonfirmasi momentum naik yang baru. Sampai saat itu, XRP kemungkinan akan tetap terkunci dalam konsolidasi, dengan potensi volatilitas yang meningkat ke arah mana pun.
Para analis memperingatkan bahwa XRP mendekati titik infleksi yang menentukan seiring aksi harga mengencang di antara level support dan resistance kunci. Secara historis, periode kompresi yang berkepanjangan cenderung memicu breakout tajam, meski pasar belum menunjukkan arah yang jelas. Dengan tekanan jual yang perlahan meningkat dan pembeli yang menunjukkan agresivitas yang berkurang, risiko lonjakan volatilitas dalam waktu dekat mulai meningkat.
Secara keseluruhan, XRP masih berada dalam keseimbangan yang rapuh, bertahan di support namun belum memiliki momentum bullish yang kuat. Apakah pembeli bisa kembali masuk dengan keyakinan atau apakah tekanan bearish yang terus menguat akan mendorong langkah besar berikutnya masih harus dilihat.