Delysium, sebuah proyek Web3 + AI terkemuka yang mengembangkan ekosistem agen AI berbasis blockchain, telah bermitra dengan University College London (UCL). Dalam hal ini, Delysium bekerja sama dengan Tim Rekayasa Sistem Perangkat Lunak dari University College London dan Dr. He Ye dari Departemen Ilmu Komputer. Sesuai dengan pengumuman resmi media sosial Delysium, perkembangan ini ditetapkan untuk mendefinisikan ulang standar untuk pengkodean AI dengan memanfaatkan GPT-5. Oleh karena itu, inisiatif ini siap untuk secara substansial mengurangi biaya operasional LLM dan meningkatkan kemajuan pengkodean di seluruh dunia.
Delysium dengan bangga mengumumkan kemitraan resmi dengan Tim Rekayasa Sistem Perangkat Lunak @ucl dan Dr. He Ye dari Departemen Ilmu Komputer, yang bertujuan untuk meningkatkan standar pengkodean AI. Kami telah mencapai tonggak penting: integrasi GPT-5 + Pass@1 telah… pic.twitter.com/SbkwUuJk5j
— Delysium – $AGI 🟨 (@The_Delysium) 16 Oktober 2025
Delysium dan UCL Bekerja Sama untuk Mengungkap Agen Prometheus Menggunakan GPT-5
Kemitraan antara Delysium dan UCL berupaya untuk menginovasi standar pengkodean AI dengan memanfaatkan teknologi GPT-5. Sebagai bagian dari pengembangan ini, telah berhasil dikembangkan dan diuji agen sumber terbuka yang dikenal sebagai Prometheus. Agen ini telah mencapai tingkat resolusi hingga 71,2%, menduduki peringkat ke-8 di seluruh dunia, setelah OpenHandsDev. Kinerja yang kuat ini menunjukkan kemampuan dunia nyata dan potensi untuk menetapkan standar baru dalam pemrograman yang dibantu AI.
Selain itu, Prometheus menunjukkan langkah penting dalam mengembangkan sistem AI yang hemat biaya dengan potensi untuk menangani aktivitas rekayasa perangkat lunak yang rumit. Dengan memberikan perhatian besar pada kemampuan multibahasa serta alur kerja otonom, kolaborasi ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan sumber daya dan bahasa bagi para pembangun di seluruh dunia. Secara bersamaan, inisiatif ini juga akan mendukung pertumbuhan Jaringan YKILY dan platform LycyOSAI untuk memperluas aksesibilitas AI.
Pemrograman yang Dibantu AI Memasuki Era Baru dengan Tolok Ukur Eksklusif
Menurut Delysium, kemitraan dengan UCL adalah lebih dari sekadar kemajuan teknologi, melainkan mewakili perubahan era dalam bidang pemrograman yang dibantu AI. Pengembangan ini juga menyoroti komitmen kedua entitas untuk menetapkan standar unik guna meminimalkan ketergantungan pada solusi proprietary yang mahal. Upaya bersama mereka dapat mendorong gelombang inovasi yang dipimpin AI untuk mentransformasi penulisan, ulasan, dan penerapan kode secara global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Delysium Bergabung dengan UCL untuk Mendefinisikan Ulang Pengkodean AI dengan Integrasi GPT-5
Delysium, sebuah proyek Web3 + AI terkemuka yang mengembangkan ekosistem agen AI berbasis blockchain, telah bermitra dengan University College London (UCL). Dalam hal ini, Delysium bekerja sama dengan Tim Rekayasa Sistem Perangkat Lunak dari University College London dan Dr. He Ye dari Departemen Ilmu Komputer. Sesuai dengan pengumuman resmi media sosial Delysium, perkembangan ini ditetapkan untuk mendefinisikan ulang standar untuk pengkodean AI dengan memanfaatkan GPT-5. Oleh karena itu, inisiatif ini siap untuk secara substansial mengurangi biaya operasional LLM dan meningkatkan kemajuan pengkodean di seluruh dunia.
Delysium dengan bangga mengumumkan kemitraan resmi dengan Tim Rekayasa Sistem Perangkat Lunak @ucl dan Dr. He Ye dari Departemen Ilmu Komputer, yang bertujuan untuk meningkatkan standar pengkodean AI. Kami telah mencapai tonggak penting: integrasi GPT-5 + Pass@1 telah… pic.twitter.com/SbkwUuJk5j
— Delysium – $AGI 🟨 (@The_Delysium) 16 Oktober 2025
Delysium dan UCL Bekerja Sama untuk Mengungkap Agen Prometheus Menggunakan GPT-5
Kemitraan antara Delysium dan UCL berupaya untuk menginovasi standar pengkodean AI dengan memanfaatkan teknologi GPT-5. Sebagai bagian dari pengembangan ini, telah berhasil dikembangkan dan diuji agen sumber terbuka yang dikenal sebagai Prometheus. Agen ini telah mencapai tingkat resolusi hingga 71,2%, menduduki peringkat ke-8 di seluruh dunia, setelah OpenHandsDev. Kinerja yang kuat ini menunjukkan kemampuan dunia nyata dan potensi untuk menetapkan standar baru dalam pemrograman yang dibantu AI.
Selain itu, Prometheus menunjukkan langkah penting dalam mengembangkan sistem AI yang hemat biaya dengan potensi untuk menangani aktivitas rekayasa perangkat lunak yang rumit. Dengan memberikan perhatian besar pada kemampuan multibahasa serta alur kerja otonom, kolaborasi ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan sumber daya dan bahasa bagi para pembangun di seluruh dunia. Secara bersamaan, inisiatif ini juga akan mendukung pertumbuhan Jaringan YKILY dan platform LycyOSAI untuk memperluas aksesibilitas AI.
Pemrograman yang Dibantu AI Memasuki Era Baru dengan Tolok Ukur Eksklusif
Menurut Delysium, kemitraan dengan UCL adalah lebih dari sekadar kemajuan teknologi, melainkan mewakili perubahan era dalam bidang pemrograman yang dibantu AI. Pengembangan ini juga menyoroti komitmen kedua entitas untuk menetapkan standar unik guna meminimalkan ketergantungan pada solusi proprietary yang mahal. Upaya bersama mereka dapat mendorong gelombang inovasi yang dipimpin AI untuk mentransformasi penulisan, ulasan, dan penerapan kode secara global.