Snapshot Pasar: Saham Naik, Kripto Turun, Sebuah Perbedaan yang Perlu Dicatat
Dinamika pasar saat ini sedang keluar dari pola sejarah. Secara tradisional, kenaikan ekuitas telah bertepatan dengan kekuatan dalam #crypto# (atau $BTC) tetapi kali ini, saham sedang naik sementara kripto tertinggal. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari ketidakpastian kebijakan, perilaku lindung nilai inflasi, dan kendala likuiditas.
Sebagian besar modal tetap "terjebak" dalam instrumen jangka pendek yang aman, terutama surat utang AS, daripada beralih ke aset berisiko lebih tinggi seperti kripto. Preferensi untuk keamanan ini telah menciptakan perangkap likuiditas sementara, yang melemahkan kinerja kripto.
Mengapa Kripto Bisa Pulih (Akhirnya, Tidak Segera)
1. Perangkap Likuiditas
Sekitar $2,4 triliun saat ini terparkir di surat utang pemerintah AS jangka pendek, sementara saldo Program Reverse Repo Semalam (ONRRP) berkisar antara $500–600 miliar. Ini menunjukkan bahwa uang tunai berlebih disisihkan dalam aset berisiko rendah, memperketat likuiditas dan menekan kurva imbal hasil jangka pendek.
2. Akun Umum Perbendaharaan (TGA) Dampak
TGA kini memegang sekitar $965 miliar. Penarikan, yang bisa dipercepat hingga Desember saat Federal Reserve melanjutkan pengurangan MBS, dapat melepaskan likuiditas substansial ke dalam sistem. Secara historis, suntikan likuiditas serupa telah mendahului lonjakan Bitcoin yang signifikan, seperti kenaikan BTC sebesar 19% setelah penurunan TGA sebesar $50 miliar pada tahun 2018.
3. Pengaturan Teknis dan Kompresi Hasil
Penerbitan surat utang negara yang berlanjut, dikombinasikan dengan penurunan penggunaan ONRRP, mungkin segera akan mengompresi imbal hasil, yang dapat berfungsi sebagai pemicu untuk rotasi modal ke aset berisiko seperti kripto, mempersiapkan panggung untuk rebound yang tertunda tetapi kuat.
Garis Bawah
Kinerja buruk kripto saat ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan dari dinamika alokasi modal dalam lingkungan yang terbatasi likuiditas. Saat kondisi berubah dan likuiditas kembali masuk ke pasar, pemulihan bertahap dalam valuasi kripto tampak semakin mungkin.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Snapshot Pasar: Saham Naik, Kripto Turun, Sebuah Perbedaan yang Perlu Dicatat
Dinamika pasar saat ini sedang keluar dari pola sejarah. Secara tradisional, kenaikan ekuitas telah bertepatan dengan kekuatan dalam #crypto# (atau $BTC) tetapi kali ini, saham sedang naik sementara kripto tertinggal. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari ketidakpastian kebijakan, perilaku lindung nilai inflasi, dan kendala likuiditas.
Sebagian besar modal tetap "terjebak" dalam instrumen jangka pendek yang aman, terutama surat utang AS, daripada beralih ke aset berisiko lebih tinggi seperti kripto. Preferensi untuk keamanan ini telah menciptakan perangkap likuiditas sementara, yang melemahkan kinerja kripto.
Mengapa Kripto Bisa Pulih (Akhirnya, Tidak Segera)
1. Perangkap Likuiditas
Sekitar $2,4 triliun saat ini terparkir di surat utang pemerintah AS jangka pendek, sementara saldo Program Reverse Repo Semalam (ONRRP) berkisar antara $500–600 miliar. Ini menunjukkan bahwa uang tunai berlebih disisihkan dalam aset berisiko rendah, memperketat likuiditas dan menekan kurva imbal hasil jangka pendek.
2. Akun Umum Perbendaharaan (TGA) Dampak
TGA kini memegang sekitar $965 miliar. Penarikan, yang bisa dipercepat hingga Desember saat Federal Reserve melanjutkan pengurangan MBS, dapat melepaskan likuiditas substansial ke dalam sistem.
Secara historis, suntikan likuiditas serupa telah mendahului lonjakan Bitcoin yang signifikan, seperti kenaikan BTC sebesar 19% setelah penurunan TGA sebesar $50 miliar pada tahun 2018.
3. Pengaturan Teknis dan Kompresi Hasil
Penerbitan surat utang negara yang berlanjut, dikombinasikan dengan penurunan penggunaan ONRRP, mungkin segera akan mengompresi imbal hasil, yang dapat berfungsi sebagai pemicu untuk rotasi modal ke aset berisiko seperti kripto, mempersiapkan panggung untuk rebound yang tertunda tetapi kuat.
Garis Bawah
Kinerja buruk kripto saat ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan dari dinamika alokasi modal dalam lingkungan yang terbatasi likuiditas. Saat kondisi berubah dan likuiditas kembali masuk ke pasar, pemulihan bertahap dalam valuasi kripto tampak semakin mungkin.