#证券代币化与RWA melihat SEC memberi lampu hijau kepada DTC, saya harus jujur mengatakan bahwa ini bukanlah kejutan mendadak, melainkan evolusi sistem yang sudah direncanakan sejak lama. Dari proposal pertama Nasdaq pada September 2025 hingga surat tidak mengambil tindakan dari DTC pada Desember, seluruh garis waktu sebenarnya sudah sangat jelas—pengawasan bukanlah untuk menentang, melainkan dengan hati-hati menyiapkan jalan.
Saya telah berkecimpung di industri ini selama bertahun-tahun dan telah melihat banyak inovasi teknologi yang langsung dibungkam oleh regulasi. Tapi kali ini berbeda. Sikap SEC sebenarnya sangat pragmatis—mereka tidak melarang penggunaan blockchain dalam infrastruktur sekuritas, malah dalam kerangka hukum yang ada, mereka memberikan ruang uji coba yang relatif jelas. Surat NAL ini sebenarnya mengatakan: kalian boleh mencoba, tapi harus dalam sandbox yang saya tetapkan.
Logika paling inti yang saya pahami sangat jernih: DTC bukanlah melakukan revolusi, melainkan peningkatan. Dengan skala custodial sebesar 100 triliun dolar AS, sistem backend yang sebelumnya berbasis buku besar terpusat diganti dengan pencatatan di permissioned chain, secara kasat mata terlihat sebagai reformasi teknologi, namun hak dan properti yang sama, atribut hukum yang sama, serta mekanisme pengendalian risiko yang sama tetap dipertahankan. Hanya saja, efisiensi perputaran lebih tinggi, biaya rekonsiliasi lebih rendah. "Tokenisasi tak kasat mata" ini sebenarnya adalah solusi transisi yang paling cerdas.
Tapi saya juga harus jujur—berita di pasar tentang "perdagangan 24 jam" dan "tokenisasi saham AS akan segera hadir" terkadang terlalu optimis. Perluasan jam perdagangan Nasdaq dari 23/5, secara dasar, berbeda jauh dari uji coba tokenisasi DTC. Yang pertama adalah perpanjangan waktu pasar tradisional, sedangkan yang kedua adalah peningkatan infrastruktur secara teknologi. Keduanya akhirnya akan menyatu, tapi tidak akan langsung terjadi.
Interaksi antara SEC dan DTC kali ini lebih seperti sebuah titik koordinat—menandai transisi dari "kemungkinan secara teori" ke "verifikasi secara praktik". 18 hingga 24 bulan ke depan, efektivitas uji coba ini, risiko teknis, dan reaksi pasar akan menjadi variabel kunci yang benar-benar menentukan apakah tokenisasi saham AS dapat didorong secara skala besar. Platform broker mungkin akan menjadi yang paling awal mendapatkan manfaat, tapi syaratnya adalah kerangka regulasi harus terus menjadi jelas. Kalau tidak, teknologi terbaik sekalipun akan sia-sia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#证券代币化与RWA melihat SEC memberi lampu hijau kepada DTC, saya harus jujur mengatakan bahwa ini bukanlah kejutan mendadak, melainkan evolusi sistem yang sudah direncanakan sejak lama. Dari proposal pertama Nasdaq pada September 2025 hingga surat tidak mengambil tindakan dari DTC pada Desember, seluruh garis waktu sebenarnya sudah sangat jelas—pengawasan bukanlah untuk menentang, melainkan dengan hati-hati menyiapkan jalan.
Saya telah berkecimpung di industri ini selama bertahun-tahun dan telah melihat banyak inovasi teknologi yang langsung dibungkam oleh regulasi. Tapi kali ini berbeda. Sikap SEC sebenarnya sangat pragmatis—mereka tidak melarang penggunaan blockchain dalam infrastruktur sekuritas, malah dalam kerangka hukum yang ada, mereka memberikan ruang uji coba yang relatif jelas. Surat NAL ini sebenarnya mengatakan: kalian boleh mencoba, tapi harus dalam sandbox yang saya tetapkan.
Logika paling inti yang saya pahami sangat jernih: DTC bukanlah melakukan revolusi, melainkan peningkatan. Dengan skala custodial sebesar 100 triliun dolar AS, sistem backend yang sebelumnya berbasis buku besar terpusat diganti dengan pencatatan di permissioned chain, secara kasat mata terlihat sebagai reformasi teknologi, namun hak dan properti yang sama, atribut hukum yang sama, serta mekanisme pengendalian risiko yang sama tetap dipertahankan. Hanya saja, efisiensi perputaran lebih tinggi, biaya rekonsiliasi lebih rendah. "Tokenisasi tak kasat mata" ini sebenarnya adalah solusi transisi yang paling cerdas.
Tapi saya juga harus jujur—berita di pasar tentang "perdagangan 24 jam" dan "tokenisasi saham AS akan segera hadir" terkadang terlalu optimis. Perluasan jam perdagangan Nasdaq dari 23/5, secara dasar, berbeda jauh dari uji coba tokenisasi DTC. Yang pertama adalah perpanjangan waktu pasar tradisional, sedangkan yang kedua adalah peningkatan infrastruktur secara teknologi. Keduanya akhirnya akan menyatu, tapi tidak akan langsung terjadi.
Interaksi antara SEC dan DTC kali ini lebih seperti sebuah titik koordinat—menandai transisi dari "kemungkinan secara teori" ke "verifikasi secara praktik". 18 hingga 24 bulan ke depan, efektivitas uji coba ini, risiko teknis, dan reaksi pasar akan menjadi variabel kunci yang benar-benar menentukan apakah tokenisasi saham AS dapat didorong secara skala besar. Platform broker mungkin akan menjadi yang paling awal mendapatkan manfaat, tapi syaratnya adalah kerangka regulasi harus terus menjadi jelas. Kalau tidak, teknologi terbaik sekalipun akan sia-sia.