Pasar Asia menyampaikan berita penting—emas spot terus meningkat pada sesi siang hari Jumat, 2 Januari(, dengan harga terbaru mendekati 4378 dolar AS/ons, kenaikan harian hampir 60 dolar. Gelombang kenaikan ini melanjutkan performa kuat emas sepanjang tahun 2025, dengan kenaikan kumulatif sekitar 65%, mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, yang cukup menunjukkan daya tarik logam mulia ini dalam setahun terakhir.
Tiga faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas
Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi pendorong utama
The Federal Reserve mengadakan pertemuan kebijakan pada Desember, mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan target kisaran suku bunga dana federal turun menjadi 3,50%-3,75%. Berdasarkan risalah pertemuan FOMC 9-10 Desember, sebagian besar pejabat Fed berpendapat bahwa selama inflasi terus menurun, pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut adalah langkah yang tepat. Pasar pun penuh harapan terhadap kemungkinan penurunan suku bunga di 2026.
Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, biaya peluang memegang emas pun menurun, memberikan dukungan langsung terhadap logam mulia ini. Hubungan terbalik antara harga emas dan suku bunga riil sangat terlihat dalam gelombang kenaikan ini.
Risiko geopolitik meningkatkan permintaan safe haven
Situasi di Timur Tengah terus tegang, konflik Israel-Iran belum menunjukkan tanda mereda, dan hubungan AS dengan Venezuela juga dalam kondisi sangat tegang. Ketika ketidakpastian global meningkat, trader cenderung mengalokasikan dana ke aset safe haven tradisional seperti emas untuk lindung nilai risiko. Pembelian emas oleh bank sentral dan investor institusional secara berkelanjutan semakin memperkuat dasar harga logam mulia ini.
Volatilitas akibat penyesuaian margin
CME Group baru-baru ini meningkatkan margin untuk kontrak berjangka emas, perak, dan logam mulia lainnya. Langkah ini menuntut trader untuk menyetor dana lebih besar guna mengantisipasi risiko pengiriman kontrak, yang meskipun dapat memicu volatilitas pasar jangka pendek, juga mencerminkan meningkatnya minat terhadap pasar emas.
Risiko jangka pendek dan performa teknikal
Dari grafik, emas tetap berada di posisi tinggi, dengan tren keseluruhan tetap positif. Level sekitar 4300 dolar AS/ons telah menjadi area support penting. Jika mampu bertahan di level ini, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan.
Namun, indikator teknikal sudah menunjukkan posisi relatif tinggi, yang mengindikasikan kemungkinan adanya koreksi atau konsolidasi jangka pendek. Beberapa trader mungkin akan mengambil keuntungan di level tinggi, sementara peningkatan margin CME juga dapat memaksa posisi long dengan leverage tinggi untuk mengurangi posisi, yang berpotensi memperbesar volatilitas harga.
Selain itu, data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan atau rebound dolar AS dapat menekan harga emas.
Prospek dan strategi trading
Dari perspektif makro, jalur kebijakan moneter Fed tetap menjadi faktor utama yang menentukan tren jangka panjang harga emas. Meskipun risalah FOMC menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara pejabat tentang kecepatan penurunan suku bunga, nada keseluruhan cenderung dovish, yang dalam jangka menengah dan panjang akan mendukung penurunan imbal hasil riil obligasi AS dan memberikan dorongan struktural bagi emas.
Dalam konteks permintaan safe haven yang terus berlanjut, prospek jangka menengah dan panjang emas tetap optimistis. Ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut dan risiko geopolitik yang belum mereda akan terus mendukung nilai alokasi emas.
Namun, dari sisi operasional, perlu berhati-hati terhadap risiko fluktuasi di level tinggi. Strategi terbaik jangka pendek adalah membeli saat harga turun (buy on dips), menunggu peluang masuk setelah koreksi, dan bukan sekadar mengikuti kenaikan secara buta. Selain itu, perhatikan perubahan margin CME, data ekonomi AS, dan pergerakan dolar AS, karena faktor-faktor ini dapat mempengaruhi harga emas dalam waktu dekat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas kembali menguat, melanjutkan tren kenaikan sejak awal tahun! Harga emas melonjak ke 4378 dolar AS, mencatat rekor tertinggi
Pasar Asia menyampaikan berita penting—emas spot terus meningkat pada sesi siang hari Jumat, 2 Januari(, dengan harga terbaru mendekati 4378 dolar AS/ons, kenaikan harian hampir 60 dolar. Gelombang kenaikan ini melanjutkan performa kuat emas sepanjang tahun 2025, dengan kenaikan kumulatif sekitar 65%, mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, yang cukup menunjukkan daya tarik logam mulia ini dalam setahun terakhir.
Tiga faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas
Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi pendorong utama
The Federal Reserve mengadakan pertemuan kebijakan pada Desember, mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan target kisaran suku bunga dana federal turun menjadi 3,50%-3,75%. Berdasarkan risalah pertemuan FOMC 9-10 Desember, sebagian besar pejabat Fed berpendapat bahwa selama inflasi terus menurun, pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut adalah langkah yang tepat. Pasar pun penuh harapan terhadap kemungkinan penurunan suku bunga di 2026.
Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, biaya peluang memegang emas pun menurun, memberikan dukungan langsung terhadap logam mulia ini. Hubungan terbalik antara harga emas dan suku bunga riil sangat terlihat dalam gelombang kenaikan ini.
Risiko geopolitik meningkatkan permintaan safe haven
Situasi di Timur Tengah terus tegang, konflik Israel-Iran belum menunjukkan tanda mereda, dan hubungan AS dengan Venezuela juga dalam kondisi sangat tegang. Ketika ketidakpastian global meningkat, trader cenderung mengalokasikan dana ke aset safe haven tradisional seperti emas untuk lindung nilai risiko. Pembelian emas oleh bank sentral dan investor institusional secara berkelanjutan semakin memperkuat dasar harga logam mulia ini.
Volatilitas akibat penyesuaian margin
CME Group baru-baru ini meningkatkan margin untuk kontrak berjangka emas, perak, dan logam mulia lainnya. Langkah ini menuntut trader untuk menyetor dana lebih besar guna mengantisipasi risiko pengiriman kontrak, yang meskipun dapat memicu volatilitas pasar jangka pendek, juga mencerminkan meningkatnya minat terhadap pasar emas.
Risiko jangka pendek dan performa teknikal
Dari grafik, emas tetap berada di posisi tinggi, dengan tren keseluruhan tetap positif. Level sekitar 4300 dolar AS/ons telah menjadi area support penting. Jika mampu bertahan di level ini, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan.
Namun, indikator teknikal sudah menunjukkan posisi relatif tinggi, yang mengindikasikan kemungkinan adanya koreksi atau konsolidasi jangka pendek. Beberapa trader mungkin akan mengambil keuntungan di level tinggi, sementara peningkatan margin CME juga dapat memaksa posisi long dengan leverage tinggi untuk mengurangi posisi, yang berpotensi memperbesar volatilitas harga.
Selain itu, data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan atau rebound dolar AS dapat menekan harga emas.
Prospek dan strategi trading
Dari perspektif makro, jalur kebijakan moneter Fed tetap menjadi faktor utama yang menentukan tren jangka panjang harga emas. Meskipun risalah FOMC menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara pejabat tentang kecepatan penurunan suku bunga, nada keseluruhan cenderung dovish, yang dalam jangka menengah dan panjang akan mendukung penurunan imbal hasil riil obligasi AS dan memberikan dorongan struktural bagi emas.
Dalam konteks permintaan safe haven yang terus berlanjut, prospek jangka menengah dan panjang emas tetap optimistis. Ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut dan risiko geopolitik yang belum mereda akan terus mendukung nilai alokasi emas.
Namun, dari sisi operasional, perlu berhati-hati terhadap risiko fluktuasi di level tinggi. Strategi terbaik jangka pendek adalah membeli saat harga turun (buy on dips), menunggu peluang masuk setelah koreksi, dan bukan sekadar mengikuti kenaikan secara buta. Selain itu, perhatikan perubahan margin CME, data ekonomi AS, dan pergerakan dolar AS, karena faktor-faktor ini dapat mempengaruhi harga emas dalam waktu dekat.