Apakah Anda benar-benar memahami apa yang Anda perdagangkan?
Minggu pertama mulai bermain Forex, sebagian besar pemula akan melakukan kesalahan yang sama: sembarangan mengklik angka di kolom Volume. Ada yang karena takut risiko selalu memilih 0.01, ada yang meniru orang lain yang menghasilkan uang dengan Lot 0.5, dan ada juga yang sama sekali mengandalkan feeling—bagaimanapun juga ini trading, apakah angka begitu penting?
Jawabannya adalah: Ini adalah keputusan paling penting.
Ini bukan berlebihan. Data nyata menunjukkan bahwa 90% akun Forex pemula mengalami kerugian besar, bukan karena prediksi pasar salah, tetapi karena mereka tidak memahami apa yang disebut Lot.
Apa sebenarnya Lot itu
Pasar Forex setiap hari memperdagangkan triliunan dolar, tetapi barang yang diperdagangkan terlihat sangat kecil: EUR/USD dari 1.0850 melonjak ke 1.0851, hanya bergerak 1 Pip (poin), dan nilai aktualnya hanya sekitar 0.0001 dolar.
Bayangkan Anda berdagang dengan euro asli: membeli 1 euro, dan harganya naik 100 Pip (sudah cukup besar pergerakannya), keuntungan Anda hanya sekitar 0.01 dolar. Ini jelas tidak realistis.
Agar trading bermakna, pasar menetapkan satuan standar yang disebut Lot—sederhananya, 1 Standard Lot = 100.000 unit mata uang dasar.
Dalam EUR/USD, mata uang dasar adalah EUR, jadi 1 Standard Lot berarti Anda mengontrol 100.000 euro. Dalam USD/JPY, Anda mengontrol 100.000 dolar. Dalam GBP/USD, 100.000 pound.
Inilah mengapa trader mengatakan “Saya buka 1 Lot”—mereka tidak bermaksud satu unit, tetapi menggunakan posisi sebesar 100.000 unit untuk bertaruh di pasar.
Berbagai ukuran Lot: mengapa ada banyak jenis
Karena 1 Standard Lot sebesar itu (memerlukan margin besar), pasar harus menyediakan opsi yang lebih kecil. Kalau tidak, hanya institusi besar yang bisa bermain, trader retail tidak bisa ikut.
Pengaturan standar saat ini adalah:
Standard Lot (1.0) = 100.000 unit → sekitar $10 per Pip (EUR/USD) Mini Lot (0.1) = 10.000 unit → sekitar $1 Micro Lot (0.01) = 1.000 unit → sekitar $0.10 per Pip Nano Lot (0.001) = 100 unit → sekitar $0.01 per Pip
Sebagian besar broker resmi saat ini menggunakan Micro Lot sebagai unit terkecil. Kenapa? Karena Nano Lot terlalu kecil, sampai-sampai risiko tidak terasa—seperti latihan dengan uang mainan. Sedangkan Micro Lot meskipun risiko lebih terkendali, tetap memberi pengalaman tekanan nyata dan konsekuensi pengambilan keputusan, yang sangat penting untuk belajar.
Di sinilah inti: di pasar yang sama, pilihan Lot yang berbeda bisa menghancurkan akun
Bayangkan dua trader melihat peluang yang sama. Modal mereka masing-masing $1.000, keduanya yakin EUR/USD akan naik, masuk di level yang sama, dan menetapkan stop loss 50 Pip. Satu-satunya perbedaan adalah ukuran Lot yang mereka pilih.
Trader A (agresif): Penuh percaya diri, langsung buka 1.0 Standard Lot
Kerugian: 50 Pip × $0.10/Pip = -$5 (saldo jadi $995, turun 0.5%)
Secara kasat mata, A mendapatkan keuntungan lebih besar. Tapi kenyataannya:
Jika terjadi 3 kali kerugian berturut-turut:
Akun A: $1.000 → $500 (satu kali gagal sudah setengah modal hilang) → kemungkinan besar setelah 2-3 kali gagal, mentalnya hancur dan langsung keluar dari pasar
Akun B: $1.000 → $995 → $990 → $985 (masih tetap aktif, bisa belajar dan trading lagi)
Inilah mengapa 90% trader yang bangkrut karena Lot yang dipilih terlalu besar. Mereka tidak kalah di teknik, tetapi kalah di psikologi dan manajemen risiko.
Sekarang, mari belajar cara menghitung Lot secara ilmiah
Trader profesional tidak pernah mengandalkan feeling. Mereka menggunakan rumus umum, dan sebelum masuk posisi, mereka selalu menghitung:
Ukuran Lot = (Saldo akun × Persentase risiko yang bersedia ditanggung) ÷ (Jumlah stop loss dalam Pip × Nilai Pip per unit Lot)
Intinya: Tentukan batas kerugian terlebih dahulu, baru tentukan ukuran trading.
Jangan membalik (misalnya “Saya mau trading 1 Lot, jadi stop loss harus berapa besar”)—itu adalah pola pikir penjudi.
###Contoh nyata 1: Trading Forex
Misalnya Anda punya saldo $10.000, dan memutuskan risiko maksimal 2% per trading ($200), dan ingin stop loss 50 Pip di EUR/USD:
Risiko uang = $10.000 × 2% = $200
Nilai Pip per Lot (1.0 Lot) = $10
Ukuran Lot = $200 ÷ (50 Pip × $10) = $200 ÷ $500 = 0.4 Lot
Ini berarti Anda harus trading 0.4 Lot. Jika pasar bergerak berlawanan dan mencapai stop loss, kerugian Anda tepat $200, dan risiko sudah terkendali 2%. Semua perhitungan ini berfokus pada “pengendalian risiko” bukan “maksimalkan keuntungan”.
###Contoh nyata 2: Ukuran Lot di pasar lain (misalnya emas)
Di sini banyak jebakan. Banyak orang yang beralih ke trading emas (XAUUSD), tapi tetap memakai angka Lot yang sama, dan langsung mengalami kerugian besar. Penyebabnya adalah Ukuran kontrak berbeda di setiap instrumen.
Emas dengan 1 Standard Lot = 100 ons (bukan 100.000!)
Kalau Anda terbiasa trading 0.1 Lot di Forex, saat beralih ke emas dan tetap pakai 0.1 Lot, risiko yang Anda kontrol berbeda jauh.
Ini juga alasan mengapa emas lebih mudah membuat orang mengalami kerugian besar—angka terlihat sama, tapi risiko sebenarnya jauh lipat.
Fakta terakhir
Ukuran Lot bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk bertahan lebih lama.
Trader yang mampu bertahan 100 kali trading akan selalu menemukan peluang besar yang nyata. Trader yang hanya mampu bertahan 5 kali, biasanya sudah keluar sebelum peluang besar datang.
Jangan bertanya “Berapa besar Lot yang harus saya trading agar cepat kaya”. Ubah pertanyaan menjadi “Kalau trading ini gagal, saya mampu menanggungnya? Berapa kali gagal sebelum saya bangkrut?”
Itulah pertanyaan yang selalu dipikirkan trader profesional, dan mengapa mereka bisa bertahan lebih lama daripada penjudi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lot dalam perdagangan Forex: Mengapa pemula selalu gagal di sini
Apakah Anda benar-benar memahami apa yang Anda perdagangkan?
Minggu pertama mulai bermain Forex, sebagian besar pemula akan melakukan kesalahan yang sama: sembarangan mengklik angka di kolom Volume. Ada yang karena takut risiko selalu memilih 0.01, ada yang meniru orang lain yang menghasilkan uang dengan Lot 0.5, dan ada juga yang sama sekali mengandalkan feeling—bagaimanapun juga ini trading, apakah angka begitu penting?
Jawabannya adalah: Ini adalah keputusan paling penting.
Ini bukan berlebihan. Data nyata menunjukkan bahwa 90% akun Forex pemula mengalami kerugian besar, bukan karena prediksi pasar salah, tetapi karena mereka tidak memahami apa yang disebut Lot.
Apa sebenarnya Lot itu
Pasar Forex setiap hari memperdagangkan triliunan dolar, tetapi barang yang diperdagangkan terlihat sangat kecil: EUR/USD dari 1.0850 melonjak ke 1.0851, hanya bergerak 1 Pip (poin), dan nilai aktualnya hanya sekitar 0.0001 dolar.
Bayangkan Anda berdagang dengan euro asli: membeli 1 euro, dan harganya naik 100 Pip (sudah cukup besar pergerakannya), keuntungan Anda hanya sekitar 0.01 dolar. Ini jelas tidak realistis.
Agar trading bermakna, pasar menetapkan satuan standar yang disebut Lot—sederhananya, 1 Standard Lot = 100.000 unit mata uang dasar.
Dalam EUR/USD, mata uang dasar adalah EUR, jadi 1 Standard Lot berarti Anda mengontrol 100.000 euro. Dalam USD/JPY, Anda mengontrol 100.000 dolar. Dalam GBP/USD, 100.000 pound.
Inilah mengapa trader mengatakan “Saya buka 1 Lot”—mereka tidak bermaksud satu unit, tetapi menggunakan posisi sebesar 100.000 unit untuk bertaruh di pasar.
Berbagai ukuran Lot: mengapa ada banyak jenis
Karena 1 Standard Lot sebesar itu (memerlukan margin besar), pasar harus menyediakan opsi yang lebih kecil. Kalau tidak, hanya institusi besar yang bisa bermain, trader retail tidak bisa ikut.
Pengaturan standar saat ini adalah:
Standard Lot (1.0) = 100.000 unit → sekitar $10 per Pip (EUR/USD)
Mini Lot (0.1) = 10.000 unit → sekitar $1
Micro Lot (0.01) = 1.000 unit → sekitar $0.10 per Pip
Nano Lot (0.001) = 100 unit → sekitar $0.01 per Pip
Sebagian besar broker resmi saat ini menggunakan Micro Lot sebagai unit terkecil. Kenapa? Karena Nano Lot terlalu kecil, sampai-sampai risiko tidak terasa—seperti latihan dengan uang mainan. Sedangkan Micro Lot meskipun risiko lebih terkendali, tetap memberi pengalaman tekanan nyata dan konsekuensi pengambilan keputusan, yang sangat penting untuk belajar.
Di sinilah inti: di pasar yang sama, pilihan Lot yang berbeda bisa menghancurkan akun
Bayangkan dua trader melihat peluang yang sama. Modal mereka masing-masing $1.000, keduanya yakin EUR/USD akan naik, masuk di level yang sama, dan menetapkan stop loss 50 Pip. Satu-satunya perbedaan adalah ukuran Lot yang mereka pilih.
Trader A (agresif): Penuh percaya diri, langsung buka 1.0 Standard Lot
Trader B (lebih konservatif): Buka 0.01 Micro Lot sesuai aturan
Secara kasat mata, A mendapatkan keuntungan lebih besar. Tapi kenyataannya:
Jika terjadi 3 kali kerugian berturut-turut:
Inilah mengapa 90% trader yang bangkrut karena Lot yang dipilih terlalu besar. Mereka tidak kalah di teknik, tetapi kalah di psikologi dan manajemen risiko.
Sekarang, mari belajar cara menghitung Lot secara ilmiah
Trader profesional tidak pernah mengandalkan feeling. Mereka menggunakan rumus umum, dan sebelum masuk posisi, mereka selalu menghitung:
Ukuran Lot = (Saldo akun × Persentase risiko yang bersedia ditanggung) ÷ (Jumlah stop loss dalam Pip × Nilai Pip per unit Lot)
Intinya: Tentukan batas kerugian terlebih dahulu, baru tentukan ukuran trading.
Jangan membalik (misalnya “Saya mau trading 1 Lot, jadi stop loss harus berapa besar”)—itu adalah pola pikir penjudi.
###Contoh nyata 1: Trading Forex
Misalnya Anda punya saldo $10.000, dan memutuskan risiko maksimal 2% per trading ($200), dan ingin stop loss 50 Pip di EUR/USD:
Ini berarti Anda harus trading 0.4 Lot. Jika pasar bergerak berlawanan dan mencapai stop loss, kerugian Anda tepat $200, dan risiko sudah terkendali 2%. Semua perhitungan ini berfokus pada “pengendalian risiko” bukan “maksimalkan keuntungan”.
###Contoh nyata 2: Ukuran Lot di pasar lain (misalnya emas)
Di sini banyak jebakan. Banyak orang yang beralih ke trading emas (XAUUSD), tapi tetap memakai angka Lot yang sama, dan langsung mengalami kerugian besar. Penyebabnya adalah Ukuran kontrak berbeda di setiap instrumen.
Emas dengan 1 Standard Lot = 100 ons (bukan 100.000!)
Kalau Anda terbiasa trading 0.1 Lot di Forex, saat beralih ke emas dan tetap pakai 0.1 Lot, risiko yang Anda kontrol berbeda jauh.
Ini juga alasan mengapa emas lebih mudah membuat orang mengalami kerugian besar—angka terlihat sama, tapi risiko sebenarnya jauh lipat.
Fakta terakhir
Ukuran Lot bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk bertahan lebih lama.
Trader yang mampu bertahan 100 kali trading akan selalu menemukan peluang besar yang nyata. Trader yang hanya mampu bertahan 5 kali, biasanya sudah keluar sebelum peluang besar datang.
Jangan bertanya “Berapa besar Lot yang harus saya trading agar cepat kaya”. Ubah pertanyaan menjadi “Kalau trading ini gagal, saya mampu menanggungnya? Berapa kali gagal sebelum saya bangkrut?”
Itulah pertanyaan yang selalu dipikirkan trader profesional, dan mengapa mereka bisa bertahan lebih lama daripada penjudi.