Banyak trader pemula sering bingung antara leverage dan rasio leverage. Singkatnya, leverage adalah mekanisme perdagangan pinjaman, sementara rasio leverage adalah indikator numerik yang mengukur kekuatan mekanisme tersebut.
Prinsip kerja leverage sebenarnya sangat sederhana: Anda tidak perlu mengeluarkan seluruh dana perdagangan, cukup membayar margin sebagai jaminan kepada broker, dan Anda dapat meminjam sisa dana untuk mengendalikan posisi trading yang lebih besar. Inilah mengapa pasar forex mampu menarik banyak trader—mekanisme kecil untuk mendapatkan keuntungan besar yang memaksimalkan efisiensi modal.
Lalu, apa sebenarnya rasio leverage itu? Singkatnya, ini mewakili perbandingan antara total dana yang dapat Anda kendalikan dengan dana yang sebenarnya Anda investasikan. Misalnya rasio leverage 1:100 berarti, Anda menginvestasikan 1 rupiah, dan dapat mengendalikan posisi trading sebesar 100 rupiah.
Jenis Rasio Leverage dan Hubungannya dengan Persyaratan Margin
Ada logika intuitif di sini: Semakin rendah persyaratan margin, semakin tinggi rasio leverage yang dapat Anda gunakan.
Misalnya, Anda ingin membeli EUR/USD, dengan harga saat ini 1.36837, membeli 1 lot (100.000 dolar) membutuhkan modal sebesar 126.837 dolar. Persyaratan margin dari broker berbeda-beda:
Margin requirement 1% (leverage 1:100): perlu membayar 1.268 dolar
Margin requirement 0.5% (leverage 1:200): perlu membayar 634 dolar
Margin requirement 2% (leverage 1:50): perlu membayar 2.537 dolar
Biasanya, broker menyesuaikan rasio leverage berdasarkan risiko volatilitas pasangan mata uang. Pasangan mata uang yang sangat fluktuatif biasanya akan mendapatkan margin requirement yang lebih tinggi, sehingga leverage yang tersedia lebih rendah.
Perhitungan Praktis dalam Trading Leverage
Angka-angkanya terdengar agak kering, mari kita lihat contoh konkret.
Misalnya, Anda membeli EUR/USD dengan leverage 1:200, dengan harga saat ini 1.26837, hanya perlu menginvestasikan margin sebesar 634 dolar untuk posisi senilai 126.837 dolar.
Kuncinya di sini: Keuntungan dan kerugian Anda dihitung berdasarkan nilai posisi keseluruhan, bukan dari margin yang Anda investasikan.
Jika EUR/USD naik 30 poin ke 1.26867, keuntungan Anda adalah:
(1.26867 - 1.26837) × 100.000 = 300 dolar
Dengan kata lain, Anda menginvestasikan 634 dolar, dan mendapatkan keuntungan 300 dolar, sehingga tingkat pengembaliannya mencapai 47%.
Sebaliknya, jika EUR/USD turun ke 1.26707, turun 130 poin, kerugian Anda adalah:
(1.26707 - 1.26837) × 100.000 = 1.300 dolar
Ini berarti—Anda menginvestasikan 634 dolar, dan kehilangan 1.300 dolar, modal Anda langsung terkuras habis.
Leverage adalah Pedang Bermata Dua, Risiko dan Keuntungan Beriringan
Inilah wajah nyata leverage. Leverage dapat memperbesar keuntungan Anda saat pasar bergerak menguntungkan, tetapi juga memperbesar kerugian saat pasar bergerak tidak menguntungkan, bahkan bisa menyebabkan kehilangan seluruh modal dan harus membayar kekurangan.
Pergerakan 100 poin, dengan leverage 1:200, bisa membuat Anda mendapatkan keuntungan atau kerugian ratusan dolar, tetapi tanpa leverage, kerugian mungkin hanya beberapa dolar. Inilah efek penggandaan leverage.
Oleh karena itu, trader pemula harus menyadari: semakin tinggi rasio leverage, semakin besar risiko yang dihadapi. Jika Anda belum terbiasa menggunakan leverage, sebaiknya mulai dari rasio leverage yang lebih rendah untuk berlatih, dan secara bertahap menyesuaikan diri dengan fluktuasi pasar.
Kuncinya adalah menemukan rasio leverage yang sesuai dengan kemampuan risiko Anda—yang dapat memanfaatkan keunggulan leverage secara optimal, tetapi tidak sampai mengalami kerugian besar yang memaksa keluar dari pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa sebenarnya rasio leverage? Mekanisme perdagangan valas yang harus dipahami oleh trader
Perbedaan Inti antara Leverage dan Rasio Leverage
Banyak trader pemula sering bingung antara leverage dan rasio leverage. Singkatnya, leverage adalah mekanisme perdagangan pinjaman, sementara rasio leverage adalah indikator numerik yang mengukur kekuatan mekanisme tersebut.
Prinsip kerja leverage sebenarnya sangat sederhana: Anda tidak perlu mengeluarkan seluruh dana perdagangan, cukup membayar margin sebagai jaminan kepada broker, dan Anda dapat meminjam sisa dana untuk mengendalikan posisi trading yang lebih besar. Inilah mengapa pasar forex mampu menarik banyak trader—mekanisme kecil untuk mendapatkan keuntungan besar yang memaksimalkan efisiensi modal.
Lalu, apa sebenarnya rasio leverage itu? Singkatnya, ini mewakili perbandingan antara total dana yang dapat Anda kendalikan dengan dana yang sebenarnya Anda investasikan. Misalnya rasio leverage 1:100 berarti, Anda menginvestasikan 1 rupiah, dan dapat mengendalikan posisi trading sebesar 100 rupiah.
Jenis Rasio Leverage dan Hubungannya dengan Persyaratan Margin
Ada logika intuitif di sini: Semakin rendah persyaratan margin, semakin tinggi rasio leverage yang dapat Anda gunakan.
Misalnya, Anda ingin membeli EUR/USD, dengan harga saat ini 1.36837, membeli 1 lot (100.000 dolar) membutuhkan modal sebesar 126.837 dolar. Persyaratan margin dari broker berbeda-beda:
Biasanya, broker menyesuaikan rasio leverage berdasarkan risiko volatilitas pasangan mata uang. Pasangan mata uang yang sangat fluktuatif biasanya akan mendapatkan margin requirement yang lebih tinggi, sehingga leverage yang tersedia lebih rendah.
Perhitungan Praktis dalam Trading Leverage
Angka-angkanya terdengar agak kering, mari kita lihat contoh konkret.
Misalnya, Anda membeli EUR/USD dengan leverage 1:200, dengan harga saat ini 1.26837, hanya perlu menginvestasikan margin sebesar 634 dolar untuk posisi senilai 126.837 dolar.
Kuncinya di sini: Keuntungan dan kerugian Anda dihitung berdasarkan nilai posisi keseluruhan, bukan dari margin yang Anda investasikan.
Jika EUR/USD naik 30 poin ke 1.26867, keuntungan Anda adalah: (1.26867 - 1.26837) × 100.000 = 300 dolar
Dengan kata lain, Anda menginvestasikan 634 dolar, dan mendapatkan keuntungan 300 dolar, sehingga tingkat pengembaliannya mencapai 47%.
Sebaliknya, jika EUR/USD turun ke 1.26707, turun 130 poin, kerugian Anda adalah: (1.26707 - 1.26837) × 100.000 = 1.300 dolar
Ini berarti—Anda menginvestasikan 634 dolar, dan kehilangan 1.300 dolar, modal Anda langsung terkuras habis.
Leverage adalah Pedang Bermata Dua, Risiko dan Keuntungan Beriringan
Inilah wajah nyata leverage. Leverage dapat memperbesar keuntungan Anda saat pasar bergerak menguntungkan, tetapi juga memperbesar kerugian saat pasar bergerak tidak menguntungkan, bahkan bisa menyebabkan kehilangan seluruh modal dan harus membayar kekurangan.
Pergerakan 100 poin, dengan leverage 1:200, bisa membuat Anda mendapatkan keuntungan atau kerugian ratusan dolar, tetapi tanpa leverage, kerugian mungkin hanya beberapa dolar. Inilah efek penggandaan leverage.
Oleh karena itu, trader pemula harus menyadari: semakin tinggi rasio leverage, semakin besar risiko yang dihadapi. Jika Anda belum terbiasa menggunakan leverage, sebaiknya mulai dari rasio leverage yang lebih rendah untuk berlatih, dan secara bertahap menyesuaikan diri dengan fluktuasi pasar.
Kuncinya adalah menemukan rasio leverage yang sesuai dengan kemampuan risiko Anda—yang dapat memanfaatkan keunggulan leverage secara optimal, tetapi tidak sampai mengalami kerugian besar yang memaksa keluar dari pasar.