Dalam perdagangan futures, sering terdengar istilah seperti 「開倉、平倉、未平倉、爆倉、轉倉」(Open Position, Close Position, Unclosed Position, Margin Call, Roll Over), namun banyak trader masih setengah sadar tentang konsep-konsep ini. Hari ini, kita akan mulai dari proses operasional nyata untuk memahami makna sebenarnya dari istilah-istilah perdagangan ini secara menyeluruh.
Membuka Posisi adalah Titik Awal Perdagangan
Membuka posisi adalah saat Anda memutuskan untuk masuk ke dalam perdagangan, baik membeli maupun menjual, selama Anda membangun posisi baru, itu sama dengan menyelesaikan proses membuka posisi.
Kapan saat yang tepat untuk membuka posisi?
Pembukaan posisi harus memenuhi beberapa kondisi:
Konfirmasi tren pasar utama berjalan lancar
Pertama, lihat apakah indeks utama (seperti indeks weighted) berada di atas garis rata-rata penting (garis bulanan, kuartalan), atau menunjukkan struktur kenaikan dengan titik tertinggi dan terendah yang bertahap meningkat. Dalam lingkungan bullish, tingkat keberhasilan membuka posisi saham lebih tinggi, sedangkan dalam pasar bearish sebaiknya hindari atau kurangi posisi.
Fundamental saham stabil
Periksa pertumbuhan pendapatan, perbaikan laba, atau industri yang didukung kebijakan, hindari saham dengan kinerja menurun atau keuangan bermasalah. Fundamental yang baik dapat mengurangi risiko mendadak.
Sinyal teknikal muncul secara jelas
Perhatikan apakah harga menembus area konsolidasi atau titik tertinggi sebelumnya, disertai volume transaksi yang meningkat, menandakan adanya minat beli. Selain itu, bisa menggunakan MACD golden cross, RSI keluar dari wilayah oversold sebagai konfirmasi.
Manajemen risiko harus dipersiapkan terlebih dahulu
Sebelum membuka posisi, tetapkan titik stop-loss (misalnya, jika menembus harga tertentu 3%-5%), tentukan batas kerugian maksimal yang dapat ditanggung, lalu hitung ukuran posisi. Hindari posisi penuh sekaligus, sebarkan risiko ke beberapa aset.
Singkatnya, kunci membuka posisi adalah mengikuti tren, didukung fundamental, sinyal terkonfirmasi, dan pengendalian risiko. Investor Taiwan sering menekankan “Lebih baik melewatkan daripada membeli sembarangan.”
Menutup Posisi untuk Mengonfirmasi Keuntungan dan Kerugian Anda
Menutup posisi berarti mengakhiri transaksi Anda, menjual semua saham atau kontrak futures yang dimiliki, dan keluar dari transaksi tersebut. Hanya setelah menutup posisi, Anda bisa benar-benar memastikan keuntungan atau kerugian.
Perbedaan inti antara menutup dan membuka posisi
Saat membuka posisi, Anda belum pasti akan mendapatkan keuntungan atau kerugian, hanya ada kemungkinan. Sebagai contoh, saham Apple (AAPL), saat Anda membeli, secara buku mungkin mengalami unrealized loss atau unrealized gain, tetapi ini bukan keuntungan nyata. Hanya ketika Anda menjual semua saham tersebut, unrealized loss atau unrealized gain akan menjadi kerugian atau keuntungan yang terealisasi.
Menutup posisi terdengar sederhana, tetapi sangat penting karena waktu dan cara menutup langsung mempengaruhi hasil transaksi. Menutup terlalu cepat bisa kehilangan potensi kenaikan, menutup terlambat bisa menyebabkan kerugian besar.
Perhatian: Pasar saham Taiwan menggunakan sistem “T+2”, artinya jika hari ini menjual saham (menutup posisi), dana aktual baru akan masuk dua hari kerja kemudian, jadi perlu perencanaan keuangan yang matang.
Cara praktis menentukan waktu menutup posisi
Capai target keuntungan yang telah ditetapkan
Sebelum masuk, tetapkan target keuntungan (misalnya, naik 10%, atau mencapai garis rata-rata tertentu), begitu target tercapai, lakukan penutupan secara bertahap untuk mengamankan keuntungan, hindari “keuntungan berubah menjadi kerugian”. Dalam pasar yang kuat, bisa mempertahankan sebagian posisi, tetapi harus selalu menyesuaikan titik take profit (misalnya, jika menembus garis rata-rata 5 hari, keluar semua).
Eksekusi stop-loss harus dilakukan tanpa ragu
Baik stop-loss tetap (misalnya, kerugian 5%) maupun berdasarkan analisis teknikal (menembus support, garis rata-rata), begitu sinyal muncul, tutup posisi secara tegas. Ada pepatah di pasar Taiwan: “Stop-loss adalah kredit dasar dalam investasi.”
Segera keluar jika fundamental memburuk
Jika saham menunjukkan laporan keuangan buruk, berita negatif besar (seperti jaminan direksi tinggi, perubahan kebijakan industri), meskipun belum mencapai stop-loss, sebaiknya segera tutup posisi untuk menghindari penurunan harga yang tajam.
Sinyal pembalikan teknikal muncul
Candle panjang hitam, menembus garis rata-rata 20 atau 60 hari, volume turun drastis, atau indikator menunjukkan divergence (harga mencapai tertinggi baru tapi RSI tidak mengikuti), semuanya adalah tanda peringatan untuk menutup posisi.
Ada peluang investasi yang lebih baik
Jika ada aset yang lebih menarik atau perlu mengalihkan dana, bisa menutup posisi yang lemah untuk meningkatkan efisiensi modal, hindari “terjebak di saham lemah dan melewatkan saham kuat.”
Hindari “keserakahan” dan “keragu-raguan” saat menutup posisi. Harus berdasarkan strategi dan toleransi risiko yang sudah ditetapkan dan dilaksanakan secara disiplin.
Volume Unclosed Position Mengungkapkan Momentum Pasar
Unclosed position berarti jumlah kontrak futures atau opsi yang belum diselesaikan melalui transaksi berlawanan atau penyelesaian, merupakan indikator penting untuk mengamati kedalaman pasar dan kekuatan bullish/bearish.
Makna perubahan volume unclosed position
Volume unclosed meningkat
Biasanya menandakan dana baru terus masuk ke pasar, tren yang ada kemungkinan berlanjut. Misalnya, saat indeks Taiwan naik, volume unclosed juga meningkat, menunjukkan kekuatan bullish yang kuat dan adanya pembeli baru yang terus masuk.
Volume unclosed menurun
Menunjukkan investor sedang menutup posisi, tren yang ada mungkin mendekati akhir, dan pasar akan berbalik atau memasuki fase konsolidasi.
Fungsi peringatan volume unclosed
Jika indeks Taiwan naik, tetapi volume unclosed menurun, ini bisa menjadi sinyal peringatan. Kenaikan ini didorong oleh short covering (penutupan posisi short), bukan pembelian baru dari posisi long, sehingga fondasi kenaikan tidak kuat. Saat seperti ini, perlu waspada dan berhati-hati terhadap pembalikan pasar.
Margin Call: Risiko Tertinggi dalam Perdagangan Leverage
Margin call biasanya terjadi dalam perdagangan futures atau leverage, karena menggunakan leverage untuk memperbesar potensi keuntungan, hanya membutuhkan margin kecil untuk membuka posisi, tetapi risikonya juga besar.
Bagaimana margin call terjadi
Jika pasar bergerak tidak menguntungkan, investor bisa mengalami kerugian melebihi modal awal. Bursa atau broker akan meminta penambahan margin, dan jika investor tidak mampu memenuhi permintaan margin karena fluktuasi pasar, platform akan memaksa penutupan posisi, yang disebut margin call atau bahkan likuidasi paksa (爆倉).
Contoh kasus margin call:
Misalnya, Anda membeli satu kontrak futures indeks Taiwan dengan margin awal 46.000 NT$, dan pasar berbalik turun, sehingga saldo akun turun di bawah margin pemeliharaan (misalnya, di bawah 35.000 NT$). Anda akan menerima pemberitahuan margin call dari broker. Jika tidak menambah margin dalam waktu tertentu, posisi akan dilikuidasi secara pasar, dan ini disebut margin call.
Akibat setelah margin call
Margin call sangat menyakitkan karena tidak hanya kehilangan seluruh modal, bahkan bisa berutang. Trader leverage harus memiliki manajemen risiko yang cukup, menetapkan stop-loss dan target keuntungan, untuk menghindari margin call.
Lebih bijak: Jika tidak ingin risiko ini, hindari leverage sebanyak mungkin, atau gunakan leverage sangat rendah. Sesuaikan strategi dan ekspektasi keuntungan agar sesuai kondisi pasar.
Roll Over: Operasi Khusus dalam Perdagangan Futures
Roll over adalah mengubah kontrak futures yang dimiliki ke kontrak dengan tanggal kedaluwarsa lain, hanya berlaku dalam perdagangan futures.
Mengapa melakukan roll over
Kontrak futures memiliki tanggal kedaluwarsa tetap (misalnya, indeks Taiwan setiap bulan pada hari Rabu ketiga). Jika ingin tetap mengikuti tren jangka panjang tanpa keluar dari pasar, harus melakukan roll over. Misalnya, Anda membeli kontrak emas berjangka bulan Desember, lalu ingin mengikuti tren Januari, bisa mengganti kontrak Desember dengan Januari, memperpanjang waktu trading.
Biaya roll over perlu diperhatikan
Contango
Harga kontrak bulan jauh lebih tinggi daripada bulan dekat. Saat roll over, menjual kontrak bulan jauh dan membeli kontrak bulan dekat akan menimbulkan biaya kecil.
Backwardation
Harga kontrak bulan jauh lebih rendah daripada bulan dekat. Saat roll over, menjual kontrak bulan dekat dan membeli kontrak bulan jauh bisa menghasilkan keuntungan.
Banyak broker domestik dan internasional menawarkan layanan “auto roll over”, tetapi penting memahami aturan dan biaya terkait. Melakukan roll over secara manual memberi kontrol waktu dan harga terbaik.
Pengingat: Jika hanya trading saham atau forex, konsep roll over tidak perlu dipikirkan, cukup pahami konsep menutup posisi, posisi terbuka, margin call, dan margin call.
Ringkasan: Panduan Praktis Istilah Perdagangan
Memahami konsep membuka posisi, menutup posisi, posisi terbuka, margin call, dan roll over adalah dasar dalam trading futures dan leverage. Kuncinya adalah merancang rencana trading berdasarkan tren pasar, fundamental, teknikal, dan manajemen risiko, serta melaksanakan secara disiplin. Ingat: mengikuti tren, stop-loss untuk melindungi modal, dan mengamankan keuntungan adalah kunci bertahan jangka panjang di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan lengkap membuka posisi, menutup posisi, posisi terbuka, likuidasi, dan transfer posisi|Istilah perdagangan yang harus dipahami sekali jalan
Dalam perdagangan futures, sering terdengar istilah seperti 「開倉、平倉、未平倉、爆倉、轉倉」(Open Position, Close Position, Unclosed Position, Margin Call, Roll Over), namun banyak trader masih setengah sadar tentang konsep-konsep ini. Hari ini, kita akan mulai dari proses operasional nyata untuk memahami makna sebenarnya dari istilah-istilah perdagangan ini secara menyeluruh.
Membuka Posisi adalah Titik Awal Perdagangan
Membuka posisi adalah saat Anda memutuskan untuk masuk ke dalam perdagangan, baik membeli maupun menjual, selama Anda membangun posisi baru, itu sama dengan menyelesaikan proses membuka posisi.
Kapan saat yang tepat untuk membuka posisi?
Pembukaan posisi harus memenuhi beberapa kondisi:
Konfirmasi tren pasar utama berjalan lancar
Pertama, lihat apakah indeks utama (seperti indeks weighted) berada di atas garis rata-rata penting (garis bulanan, kuartalan), atau menunjukkan struktur kenaikan dengan titik tertinggi dan terendah yang bertahap meningkat. Dalam lingkungan bullish, tingkat keberhasilan membuka posisi saham lebih tinggi, sedangkan dalam pasar bearish sebaiknya hindari atau kurangi posisi.
Fundamental saham stabil
Periksa pertumbuhan pendapatan, perbaikan laba, atau industri yang didukung kebijakan, hindari saham dengan kinerja menurun atau keuangan bermasalah. Fundamental yang baik dapat mengurangi risiko mendadak.
Sinyal teknikal muncul secara jelas
Perhatikan apakah harga menembus area konsolidasi atau titik tertinggi sebelumnya, disertai volume transaksi yang meningkat, menandakan adanya minat beli. Selain itu, bisa menggunakan MACD golden cross, RSI keluar dari wilayah oversold sebagai konfirmasi.
Manajemen risiko harus dipersiapkan terlebih dahulu
Sebelum membuka posisi, tetapkan titik stop-loss (misalnya, jika menembus harga tertentu 3%-5%), tentukan batas kerugian maksimal yang dapat ditanggung, lalu hitung ukuran posisi. Hindari posisi penuh sekaligus, sebarkan risiko ke beberapa aset.
Singkatnya, kunci membuka posisi adalah mengikuti tren, didukung fundamental, sinyal terkonfirmasi, dan pengendalian risiko. Investor Taiwan sering menekankan “Lebih baik melewatkan daripada membeli sembarangan.”
Menutup Posisi untuk Mengonfirmasi Keuntungan dan Kerugian Anda
Menutup posisi berarti mengakhiri transaksi Anda, menjual semua saham atau kontrak futures yang dimiliki, dan keluar dari transaksi tersebut. Hanya setelah menutup posisi, Anda bisa benar-benar memastikan keuntungan atau kerugian.
Perbedaan inti antara menutup dan membuka posisi
Saat membuka posisi, Anda belum pasti akan mendapatkan keuntungan atau kerugian, hanya ada kemungkinan. Sebagai contoh, saham Apple (AAPL), saat Anda membeli, secara buku mungkin mengalami unrealized loss atau unrealized gain, tetapi ini bukan keuntungan nyata. Hanya ketika Anda menjual semua saham tersebut, unrealized loss atau unrealized gain akan menjadi kerugian atau keuntungan yang terealisasi.
Menutup posisi terdengar sederhana, tetapi sangat penting karena waktu dan cara menutup langsung mempengaruhi hasil transaksi. Menutup terlalu cepat bisa kehilangan potensi kenaikan, menutup terlambat bisa menyebabkan kerugian besar.
Perhatian: Pasar saham Taiwan menggunakan sistem “T+2”, artinya jika hari ini menjual saham (menutup posisi), dana aktual baru akan masuk dua hari kerja kemudian, jadi perlu perencanaan keuangan yang matang.
Cara praktis menentukan waktu menutup posisi
Capai target keuntungan yang telah ditetapkan
Sebelum masuk, tetapkan target keuntungan (misalnya, naik 10%, atau mencapai garis rata-rata tertentu), begitu target tercapai, lakukan penutupan secara bertahap untuk mengamankan keuntungan, hindari “keuntungan berubah menjadi kerugian”. Dalam pasar yang kuat, bisa mempertahankan sebagian posisi, tetapi harus selalu menyesuaikan titik take profit (misalnya, jika menembus garis rata-rata 5 hari, keluar semua).
Eksekusi stop-loss harus dilakukan tanpa ragu
Baik stop-loss tetap (misalnya, kerugian 5%) maupun berdasarkan analisis teknikal (menembus support, garis rata-rata), begitu sinyal muncul, tutup posisi secara tegas. Ada pepatah di pasar Taiwan: “Stop-loss adalah kredit dasar dalam investasi.”
Segera keluar jika fundamental memburuk
Jika saham menunjukkan laporan keuangan buruk, berita negatif besar (seperti jaminan direksi tinggi, perubahan kebijakan industri), meskipun belum mencapai stop-loss, sebaiknya segera tutup posisi untuk menghindari penurunan harga yang tajam.
Sinyal pembalikan teknikal muncul
Candle panjang hitam, menembus garis rata-rata 20 atau 60 hari, volume turun drastis, atau indikator menunjukkan divergence (harga mencapai tertinggi baru tapi RSI tidak mengikuti), semuanya adalah tanda peringatan untuk menutup posisi.
Ada peluang investasi yang lebih baik
Jika ada aset yang lebih menarik atau perlu mengalihkan dana, bisa menutup posisi yang lemah untuk meningkatkan efisiensi modal, hindari “terjebak di saham lemah dan melewatkan saham kuat.”
Hindari “keserakahan” dan “keragu-raguan” saat menutup posisi. Harus berdasarkan strategi dan toleransi risiko yang sudah ditetapkan dan dilaksanakan secara disiplin.
Volume Unclosed Position Mengungkapkan Momentum Pasar
Unclosed position berarti jumlah kontrak futures atau opsi yang belum diselesaikan melalui transaksi berlawanan atau penyelesaian, merupakan indikator penting untuk mengamati kedalaman pasar dan kekuatan bullish/bearish.
Makna perubahan volume unclosed position
Volume unclosed meningkat
Biasanya menandakan dana baru terus masuk ke pasar, tren yang ada kemungkinan berlanjut. Misalnya, saat indeks Taiwan naik, volume unclosed juga meningkat, menunjukkan kekuatan bullish yang kuat dan adanya pembeli baru yang terus masuk.
Volume unclosed menurun
Menunjukkan investor sedang menutup posisi, tren yang ada mungkin mendekati akhir, dan pasar akan berbalik atau memasuki fase konsolidasi.
Fungsi peringatan volume unclosed
Jika indeks Taiwan naik, tetapi volume unclosed menurun, ini bisa menjadi sinyal peringatan. Kenaikan ini didorong oleh short covering (penutupan posisi short), bukan pembelian baru dari posisi long, sehingga fondasi kenaikan tidak kuat. Saat seperti ini, perlu waspada dan berhati-hati terhadap pembalikan pasar.
Margin Call: Risiko Tertinggi dalam Perdagangan Leverage
Margin call biasanya terjadi dalam perdagangan futures atau leverage, karena menggunakan leverage untuk memperbesar potensi keuntungan, hanya membutuhkan margin kecil untuk membuka posisi, tetapi risikonya juga besar.
Bagaimana margin call terjadi
Jika pasar bergerak tidak menguntungkan, investor bisa mengalami kerugian melebihi modal awal. Bursa atau broker akan meminta penambahan margin, dan jika investor tidak mampu memenuhi permintaan margin karena fluktuasi pasar, platform akan memaksa penutupan posisi, yang disebut margin call atau bahkan likuidasi paksa (爆倉).
Contoh kasus margin call:
Misalnya, Anda membeli satu kontrak futures indeks Taiwan dengan margin awal 46.000 NT$, dan pasar berbalik turun, sehingga saldo akun turun di bawah margin pemeliharaan (misalnya, di bawah 35.000 NT$). Anda akan menerima pemberitahuan margin call dari broker. Jika tidak menambah margin dalam waktu tertentu, posisi akan dilikuidasi secara pasar, dan ini disebut margin call.
Akibat setelah margin call
Margin call sangat menyakitkan karena tidak hanya kehilangan seluruh modal, bahkan bisa berutang. Trader leverage harus memiliki manajemen risiko yang cukup, menetapkan stop-loss dan target keuntungan, untuk menghindari margin call.
Lebih bijak: Jika tidak ingin risiko ini, hindari leverage sebanyak mungkin, atau gunakan leverage sangat rendah. Sesuaikan strategi dan ekspektasi keuntungan agar sesuai kondisi pasar.
Roll Over: Operasi Khusus dalam Perdagangan Futures
Roll over adalah mengubah kontrak futures yang dimiliki ke kontrak dengan tanggal kedaluwarsa lain, hanya berlaku dalam perdagangan futures.
Mengapa melakukan roll over
Kontrak futures memiliki tanggal kedaluwarsa tetap (misalnya, indeks Taiwan setiap bulan pada hari Rabu ketiga). Jika ingin tetap mengikuti tren jangka panjang tanpa keluar dari pasar, harus melakukan roll over. Misalnya, Anda membeli kontrak emas berjangka bulan Desember, lalu ingin mengikuti tren Januari, bisa mengganti kontrak Desember dengan Januari, memperpanjang waktu trading.
Biaya roll over perlu diperhatikan
Contango
Harga kontrak bulan jauh lebih tinggi daripada bulan dekat. Saat roll over, menjual kontrak bulan jauh dan membeli kontrak bulan dekat akan menimbulkan biaya kecil.
Backwardation
Harga kontrak bulan jauh lebih rendah daripada bulan dekat. Saat roll over, menjual kontrak bulan dekat dan membeli kontrak bulan jauh bisa menghasilkan keuntungan.
Banyak broker domestik dan internasional menawarkan layanan “auto roll over”, tetapi penting memahami aturan dan biaya terkait. Melakukan roll over secara manual memberi kontrol waktu dan harga terbaik.
Pengingat: Jika hanya trading saham atau forex, konsep roll over tidak perlu dipikirkan, cukup pahami konsep menutup posisi, posisi terbuka, margin call, dan margin call.
Ringkasan: Panduan Praktis Istilah Perdagangan
Memahami konsep membuka posisi, menutup posisi, posisi terbuka, margin call, dan roll over adalah dasar dalam trading futures dan leverage. Kuncinya adalah merancang rencana trading berdasarkan tren pasar, fundamental, teknikal, dan manajemen risiko, serta melaksanakan secara disiplin. Ingat: mengikuti tren, stop-loss untuk melindungi modal, dan mengamankan keuntungan adalah kunci bertahan jangka panjang di pasar.