Seiring emas dan perak mencapai rekor tertinggi, analis industri memposisikan untuk pergerakan yang bahkan lebih dramatis di tahun mendatang. Mitratanggung jawab CPM Group Jeffrey Christian percaya bahwa pasar logam mulia sedang bersiap untuk volatilitas yang signifikan yang akan secara fundamental mengubah perilaku investor.
Dasar dari pandangan ini didasarkan pada sebuah tesis sederhana: gejolak pasar mendorong permintaan tempat aman. Menurut Christian, lanskap geopolitik dan ekonomi tahun 2026 akan terbukti lebih tidak stabil daripada lingkungan saat ini, mendorong arus masuk modal ke aset pelestarian kekayaan tradisional.
Mengapa Logam Mulia Akan Melihat Pergerakan Harga yang Tajam
Analisis Christian menunjukkan korelasi langsung antara ketidakpastian global dan penilaian logam mulia. Ketika investor menghadapi penurunan kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional atau stabilitas mata uang, mereka secara naluriah beralih ke emas dan perak sebagai penyeimbang. Posisi defensif ini secara historis muncul sebagai kenaikan harga yang tiba-tiba dan substansial daripada apresiasi yang bertahap.
Mitratanggung jawab tersebut secara eksplisit menyatakan: “Kami memperkirakan harga emas dan perak akan melonjak lebih tinggi dari level saat ini di berbagai titik sepanjang tahun 2026.” Ini bukan prediksi keuntungan yang konsisten, tetapi lebih kepada lonjakan episodik yang merespons kejadian krisis tertentu atau perubahan kebijakan.
Mekanisme Pasar di Balik Ramalan Ini
Lonjakan harga yang diperkirakan mencerminkan beberapa faktor yang bers convergensi. Pertama, kedua logam ini sudah mendekati penilaian rekor, mengurangi risiko downside bagi investor yang sadar risiko. Kedua, kemungkinan kejutan tak terduga—baik geopolitik, moneter, maupun sistemik—tetap tinggi. Ketiga, investor institusional dan ritel semakin mengakui logam mulia sebagai ballast portofolio yang penting.
Apa yang membedakan tahun 2026 dari tahun-tahun sebelumnya adalah intensitas pergerakan ini yang diharapkan. Alih-alih kenaikan yang stabil, Christian memperkirakan rally tajam akan memotong kalender sebagai respons terhadap krisis baru yang menuntut reallocation modal secara langsung ke tempat aman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas dan Perak Menghadapi Gejolak 2026: Grup CPM Ramalkan Lonjakan Harga Tajam di Depan
Seiring emas dan perak mencapai rekor tertinggi, analis industri memposisikan untuk pergerakan yang bahkan lebih dramatis di tahun mendatang. Mitratanggung jawab CPM Group Jeffrey Christian percaya bahwa pasar logam mulia sedang bersiap untuk volatilitas yang signifikan yang akan secara fundamental mengubah perilaku investor.
Dasar dari pandangan ini didasarkan pada sebuah tesis sederhana: gejolak pasar mendorong permintaan tempat aman. Menurut Christian, lanskap geopolitik dan ekonomi tahun 2026 akan terbukti lebih tidak stabil daripada lingkungan saat ini, mendorong arus masuk modal ke aset pelestarian kekayaan tradisional.
Mengapa Logam Mulia Akan Melihat Pergerakan Harga yang Tajam
Analisis Christian menunjukkan korelasi langsung antara ketidakpastian global dan penilaian logam mulia. Ketika investor menghadapi penurunan kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional atau stabilitas mata uang, mereka secara naluriah beralih ke emas dan perak sebagai penyeimbang. Posisi defensif ini secara historis muncul sebagai kenaikan harga yang tiba-tiba dan substansial daripada apresiasi yang bertahap.
Mitratanggung jawab tersebut secara eksplisit menyatakan: “Kami memperkirakan harga emas dan perak akan melonjak lebih tinggi dari level saat ini di berbagai titik sepanjang tahun 2026.” Ini bukan prediksi keuntungan yang konsisten, tetapi lebih kepada lonjakan episodik yang merespons kejadian krisis tertentu atau perubahan kebijakan.
Mekanisme Pasar di Balik Ramalan Ini
Lonjakan harga yang diperkirakan mencerminkan beberapa faktor yang bers convergensi. Pertama, kedua logam ini sudah mendekati penilaian rekor, mengurangi risiko downside bagi investor yang sadar risiko. Kedua, kemungkinan kejutan tak terduga—baik geopolitik, moneter, maupun sistemik—tetap tinggi. Ketiga, investor institusional dan ritel semakin mengakui logam mulia sebagai ballast portofolio yang penting.
Apa yang membedakan tahun 2026 dari tahun-tahun sebelumnya adalah intensitas pergerakan ini yang diharapkan. Alih-alih kenaikan yang stabil, Christian memperkirakan rally tajam akan memotong kalender sebagai respons terhadap krisis baru yang menuntut reallocation modal secara langsung ke tempat aman.