Transformasi IBM menjadi kekuatan AI menandai reinventasi sukses lainnya bagi perusahaan teknologi berusia seratus tahun ini. Sementara pesaing berlomba membangun pusat data besar dan mengembangkan model AI frontier, IBM telah menempuh jalur yang berbeda—yang berfokus pada nilai praktis bagi perusahaan.
Perbedaan Strategis: AI Berorientasi Hasil
Berbeda dengan banyak raksasa teknologi yang memperlakukan AI sebagai infrastruktur, IBM memposisikan dirinya sebagai pemecah masalah bagi bisnis yang kesulitan memonetisasi investasi AI. Pendekatan perusahaan menggabungkan keahlian konsultasi dengan solusi perangkat lunak perusahaan, menciptakan proposisi nilai yang menarik di industri di mana sebagian besar inisiatif AI gagal.
CEO Arvind Krishna secara terbuka mempertanyakan ROI dari investasi pusat data AI bernilai triliunan dolar yang melanda industri. Namun IBM tetap optimis tentang AI—hanya dengan fokus yang berbeda. Perusahaan menyadari bahwa peluang nyata ada di perusahaan: membuka potensi produktivitas besar-besaran dengan menerapkan solusi AI yang benar-benar bekerja.
Angka-angka membuktikan strategi ini. IBM mengamankan kontrak terkait AI sebesar $14 miliar dolar, menunjukkan permintaan pasar yang kuat. Kinerja ini mendorong perusahaan untuk menaikkan panduan tahunan mereka pada bulan Oktober, menandakan kepercayaan dalam momentum yang berkelanjutan.
Mengapa Klien Perusahaan Memilih Jalur Ini
Penelitian dari MIT mengungkapkan kenyataan yang menyedihkan: sekitar 95% proyek percontohan AI gagal menghasilkan pengembalian yang berarti. Namun bisnis yang bermitra dengan vendor AI yang mapan mencapai tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi. Buku panduan IBM mengatasi kesenjangan ini secara langsung, menawarkan kerangka kerja terbukti bagi perusahaan untuk menghindari kesalahan yang mahal.
Dengan hampir setiap organisasi besar bereksperimen dengan AI, pasar yang dapat dijangkau sangat luas. Kombinasi hubungan perusahaan yang sudah ada, keahlian teknis mendalam, dan kekuatan konsultasi IBM menciptakan parit kompetitif yang dapat dipertahankan yang tidak mudah ditiru oleh penyedia infrastruktur AI murni.
Kasus Investasi
IBM menghasilkan sekitar miliar dolar dalam arus kas bebas, dengan saham diperdagangkan sekitar 20 kali lipat dari metrik tersebut. Meskipun bukan diskon besar, valuasi ini mencerminkan potensi pertumbuhan signifikan yang tertanam dalam bisnis AI. Kemampuan perusahaan untuk mengubah inisiatif AI menjadi aliran pendapatan yang berkelanjutan membedakannya dari pesaing yang masih mencari model monetisasi.
Posisi hybrid cloud dan AI ini menempatkan IBM untuk memanfaatkan siklus transformasi digital perusahaan selama bertahun-tahun yang akan datang, menjadikannya pemain kekuatan dalam ekonomi AI yang sedang berkembang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari Raksasa Hardware ke Kekuatan AI: Bagaimana IBM Menemukan Strategi Kemenangan Mereka
Transformasi IBM menjadi kekuatan AI menandai reinventasi sukses lainnya bagi perusahaan teknologi berusia seratus tahun ini. Sementara pesaing berlomba membangun pusat data besar dan mengembangkan model AI frontier, IBM telah menempuh jalur yang berbeda—yang berfokus pada nilai praktis bagi perusahaan.
Perbedaan Strategis: AI Berorientasi Hasil
Berbeda dengan banyak raksasa teknologi yang memperlakukan AI sebagai infrastruktur, IBM memposisikan dirinya sebagai pemecah masalah bagi bisnis yang kesulitan memonetisasi investasi AI. Pendekatan perusahaan menggabungkan keahlian konsultasi dengan solusi perangkat lunak perusahaan, menciptakan proposisi nilai yang menarik di industri di mana sebagian besar inisiatif AI gagal.
CEO Arvind Krishna secara terbuka mempertanyakan ROI dari investasi pusat data AI bernilai triliunan dolar yang melanda industri. Namun IBM tetap optimis tentang AI—hanya dengan fokus yang berbeda. Perusahaan menyadari bahwa peluang nyata ada di perusahaan: membuka potensi produktivitas besar-besaran dengan menerapkan solusi AI yang benar-benar bekerja.
Angka-angka membuktikan strategi ini. IBM mengamankan kontrak terkait AI sebesar $14 miliar dolar, menunjukkan permintaan pasar yang kuat. Kinerja ini mendorong perusahaan untuk menaikkan panduan tahunan mereka pada bulan Oktober, menandakan kepercayaan dalam momentum yang berkelanjutan.
Mengapa Klien Perusahaan Memilih Jalur Ini
Penelitian dari MIT mengungkapkan kenyataan yang menyedihkan: sekitar 95% proyek percontohan AI gagal menghasilkan pengembalian yang berarti. Namun bisnis yang bermitra dengan vendor AI yang mapan mencapai tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi. Buku panduan IBM mengatasi kesenjangan ini secara langsung, menawarkan kerangka kerja terbukti bagi perusahaan untuk menghindari kesalahan yang mahal.
Dengan hampir setiap organisasi besar bereksperimen dengan AI, pasar yang dapat dijangkau sangat luas. Kombinasi hubungan perusahaan yang sudah ada, keahlian teknis mendalam, dan kekuatan konsultasi IBM menciptakan parit kompetitif yang dapat dipertahankan yang tidak mudah ditiru oleh penyedia infrastruktur AI murni.
Kasus Investasi
IBM menghasilkan sekitar miliar dolar dalam arus kas bebas, dengan saham diperdagangkan sekitar 20 kali lipat dari metrik tersebut. Meskipun bukan diskon besar, valuasi ini mencerminkan potensi pertumbuhan signifikan yang tertanam dalam bisnis AI. Kemampuan perusahaan untuk mengubah inisiatif AI menjadi aliran pendapatan yang berkelanjutan membedakannya dari pesaing yang masih mencari model monetisasi.
Posisi hybrid cloud dan AI ini menempatkan IBM untuk memanfaatkan siklus transformasi digital perusahaan selama bertahun-tahun yang akan datang, menjadikannya pemain kekuatan dalam ekonomi AI yang sedang berkembang.